Bersegeralah dalam kebaikan. Itulah salah satu nasihat berharga dalam Islam yang sering terlupakan. Banyak orang berniat melakukan amal saleh, tetapi memilih menundanya dengan alasan masih ada waktu, masih muda, atau menunggu keadaan lebih baik. Padahal, tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah kesempatan berbuat baik masih akan datang esok hari.
Seorang muslim hendaknya menyadari bahwa setiap kesempatan melakukan kebaikan adalah nikmat dari Allah yang patut disyukuri. Ketika Allah membukakan jalan untuk beramal, itulah saat yang tepat untuk segera melaksanakannya, bukan menundanya.
Diriwayatkan sebuah perkataan yang penuh hikmah:
إِذَا فُتِحَ لأَحَدِكُمْ بَابُ خَيْرٍ فَلْيُسْرِعْ إِلَيْهِ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَتَى يُغْلَقُ عَنْهُ
Artinya:
“Apabila dibukakan sebuah pintu kebaikan bagi salah seorang di antara kalian, hendaknya dia bergegas melaksanakannya. Sebab, dia tidak tahu kapan pintu itu akan ditutup darinya.”
Sumber: Siyar A’lam an-Nubala’, jilid 4, halaman 540.
Nasihat ini mengingatkan bahwa kesempatan berbuat baik tidak selalu datang dua kali. Hari ini kita mungkin memiliki kesehatan, waktu, harta, tenaga, dan kemampuan. Namun semua itu dapat berubah kapan saja atas kehendak Allah.
Menunda kebaikan sering kali menjadi awal dari hilangnya kesempatan. Seseorang yang hari ini mampu bersedekah belum tentu masih memiliki rezeki yang sama di masa mendatang. Begitu pula seseorang yang ingin membantu orang lain, menuntut ilmu, berdakwah, atau memperbaiki ibadah, belum tentu akan memperoleh kesempatan yang sama di kemudian hari.
Allah memberikan kesempatan kepada setiap hamba dengan kadar yang berbeda-beda. Karena itu, ketika pintu kebaikan terbuka, seorang muslim hendaknya memanfaatkannya sebaik mungkin.
Pintu kebaikan dapat hadir dalam berbagai bentuk, di antaranya:
Sekecil apa pun amal yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi sebab datangnya keberkahan dari Allah.
Ada beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari nasihat ini.
Hari ini Allah memberikan kemampuan, besok belum tentu. Oleh sebab itu, jangan sia-siakan kesempatan beramal.
Semakin lama amal ditunda, semakin besar godaan untuk membatalkannya. Karena itu, langkah terbaik adalah segera melaksanakannya.
Tidak semua orang mendapatkan taufik untuk melakukan amal saleh. Jika Allah memudahkan kita berbuat baik, maka itu merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Harta, jabatan, dan kedudukan akan ditinggalkan. Sebaliknya, amal saleh akan menjadi bekal yang menemani seorang hamba di akhirat.
Agar tidak mudah menunda amal saleh, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
Kebiasaan kecil yang dilakukan dengan segera sering kali lebih bernilai daripada rencana besar yang terus tertunda.
Artinya adalah tidak menunda kesempatan melakukan amal saleh ketika Allah telah memberikan kemampuan dan jalan untuk melaksanakannya.
Karena tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah kesempatan, kesehatan, waktu, atau kemampuan tersebut masih dimiliki di masa mendatang.
Contohnya adalah segera bersedekah, membantu sesama, menjaga salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, dan melakukan berbagai amal saleh lainnya.
Nasihat tersebut berasal dari kitab Siyar A’lam an-Nubala’, jilid 4, halaman 540.
Jangan biarkan barang tak terpakai hanya tersimpan di rumah. Satu langkah kecil Anda bisa jadi perubahan besar bagi orang lain. Klik tombol Donasi Sekarang, relawan Sedekah Barangku siap jemput donasi barang Anda
Jangan biarkan barang layak pakai yang sudah tidak digunakan hanya menumpuk di lemari atau gudang hingga kehilangan manfaatnya. Melalui Sedekah Barangku, setiap donasi dikelola secara amanah, transparan, dan profesional untuk mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan, sehingga dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi mereka yang membutuhkan.