Puasa Tasu’a dan Asyura merupakan dua puasa sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Bagi umat Islam, 9 dan 10 Muharram bukan sekadar tanggal dalam kalender Hijriah, tetapi momentum berharga untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, dan mengawali tahun baru Islam dengan amal terbaik.
Setiap datang bulan Muharram, banyak kaum Muslimin bertanya, puasa Tasu’a dan Asyura 2026 jatuh tanggal berapa? Apa keutamaan puasa di bulan Muharram? Mengapa Muharram disebut sebagai bulan haram? Dan amalan apa saja yang dianjurkan selain puasa?
Artikel ini akan membahas secara lengkap jadwal puasa Tasu’a dan Asyura 2026, keutamaan bulan Muharram, dalil hadits tentang puasa Muharram, serta amalan sunnah yang dianjurkan di bulan haram.
Puasa Tasu’a dan Asyura 2026 Tanggal Berapa?
Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H yang menempatkan 1 Muharram 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026, maka jadwal puasa sunnah Muharram 2026 diperkirakan sebagai berikut:
Jadwal ini penting diketahui sejak awal agar kaum Muslimin dapat mempersiapkan diri untuk menunaikan puasa sunnah yang sangat utama di bulan Muharram.
Catatan: Penanggalan Hijriah dapat mengikuti ketetapan resmi pemerintah atau otoritas setempat. Karena itu, tetap periksa kalender Islam resmi apabila terdapat pembaruan penetapan tanggal.
Apa Itu Bulan Muharram dalam Islam?
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Dalam Islam, Muharram memiliki kedudukan yang istimewa karena ia termasuk ke dalam empat bulan haram yang memiliki kehormatan khusus.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…”
(QS. At-Taubah: 36)
Muharram bukan hanya penanda awal tahun baru Islam, tetapi juga momen istimewa untuk memulai hijrah spiritual, memperbaiki ibadah, memperbanyak taubat, dan meningkatkan kualitas amal saleh.
Bulan Haram Ada Berapa?
Dalam Islam, terdapat empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah, yaitu:
Keempat bulan ini disebut bulan haram karena memiliki kehormatan yang besar. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari dosa, memperbanyak amal saleh, memperbanyak dzikir, serta mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Mengapa Muharram Menjadi Bulan yang Istimewa?
Muharram memiliki banyak keutamaan yang menjadikannya sangat istimewa di sisi Allah. Di antara sebab kemuliaannya adalah:
Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang Allah muliakan. Karena itu, amal saleh di dalamnya memiliki nilai besar, dan seorang Muslim dianjurkan lebih menjaga diri dari maksiat.
Masuknya Muharram menjadi kesempatan terbaik untuk muhasabah, memperbarui niat, memperbaiki kualitas ibadah, dan menata hidup agar lebih dekat kepada Allah.
Keutamaan ini disebutkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits shahih. Ini menunjukkan bahwa Muharram adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak puasa sunnah.
Hari 10 Muharram atau Asyura adalah hari yang sangat istimewa. Puasa pada hari itu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu dengan izin Allah.
Hadits Dianjurkannya Puasa Muharram
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong umat Islam untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram. Beliau bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar. Karena itu, puasa sunnah di awal tahun Hijriah menjadi amalan yang sangat layak untuk dihidupkan.
Apa Itu Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura?
Puasa Tasu’a
Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada 9 Muharram.
Puasa Asyura
Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada 10 Muharram.
Kedua puasa ini sangat dianjurkan karena merupakan bagian dari sunnah Nabi ﷺ. Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, sedangkan puasa Tasu’a dikerjakan untuk menyelisihi kebiasaan Ahlul Kitab yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Dalil dan Keutamaan Puasa Asyura
Salah satu keutamaan terbesar puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu. Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim no. 1162)
Hadits ini menjadi dalil utama tentang keutamaan puasa Asyura. Betapa besar rahmat Allah kepada hamba-Nya: satu hari puasa sunnah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Mengapa Dianjurkan Puasa 9 dan 10 Muharram?
Rasulullah ﷺ menganjurkan puasa Asyura, dan beliau juga berkeinginan untuk menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.
Beliau bersabda:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”
(HR. Muslim no. 1134)
Dari hadits ini, para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah berpuasa pada 9 dan 10 Muharram sekaligus, yaitu puasa Tasu’a dan Asyura.
Jadwal Puasa Tasu’a dan Asyura 2026
Agar lebih mudah dicatat, berikut ringkasan jadwal puasa Muharram 2026:
Jadwal Puasa Muharram 2026
Sebagian ulama juga menganjurkan menambah puasa 11 Muharram bagi yang ingin menyempurnakan puasa Asyura.
Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura
Berikut beberapa keutamaan puasa Tasu’a dan Asyura yang penting diketahui:
Keutamaan paling masyhur dari puasa Asyura adalah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu, sebagaimana hadits riwayat Muslim no. 1162.
Puasa Tasu’a dan Asyura merupakan bagian dari sunnah Nabi ﷺ yang sangat dianjurkan. Menjalankannya berarti menghidupkan ajaran Rasulullah dengan penuh cinta dan ketaatan.
Karena dikerjakan di bulan Muharram, puasa ini termasuk dalam keutamaan puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan.
Puasa mendidik jiwa untuk lebih sabar, ikhlas, menjaga lisan, menjaga pandangan, dan mengendalikan hawa nafsu.
Mengawali tahun Hijriah dengan puasa, dzikir, dan taubat adalah pertanda baik bagi seorang Muslim yang ingin menjadikan tahun barunya lebih berkah.
Kisah Asyura dan Nabi Musa ‘Alaihissalam
Hari Asyura memiliki sejarah penting dalam Islam. Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mendapati orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Ketika ditanya, mereka menjawab bahwa itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dan Bani Israil dari Fir’aun.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda bahwa kaum Muslimin lebih berhak terhadap Nabi Musa, lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa Asyura adalah hari syukur, hari mengingat pertolongan Allah, dan hari yang sangat baik untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram Selain Puasa
Selain puasa Tasu’a dan Asyura, ada banyak amalan yang dianjurkan di bulan Muharram. Berikut beberapa di antaranya:
Muharram adalah awal tahun Hijriah. Ini waktu yang tepat untuk menyesali dosa, memohon ampunan kepada Allah, dan memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bersih.
Perbanyak tilawah Al-Qur’an, tadabbur ayat-ayat Allah, serta upaya mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Isi hari-hari Muharram dengan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, dan shalawat kepada Nabi ﷺ agar hati semakin hidup dan tenang.
Sedekah di bulan yang dimuliakan merupakan amalan yang sangat baik. Bantuan kepada fakir miskin, yatim, santri, masjid, atau program sosial dapat menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah.
Muharram adalah waktu yang baik untuk memperbaiki kualitas shalat, menjaga shalat berjamaah, dan menambah shalat sunnah seperti rawatib, dhuha, dan qiyamul lail.
Berbuat baik kepada orang tua, keluarga, tetangga, dan sesama Muslim adalah bagian dari amal saleh yang sangat dianjurkan sepanjang waktu, terlebih di bulan mulia.
Karena Muharram termasuk bulan haram, maka seorang Muslim hendaknya lebih serius menjaga lisan, pandangan, hati, dan perbuatan dari hal-hal yang dimurkai Allah.
Muharram adalah momentum terbaik untuk memulai perubahan: memperbaiki shalat, meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki akhlak, memperbanyak ilmu, dan lebih dekat kepada Al-Qur’an.
Niat Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa Tasu’a dan Asyura termasuk puasa sunnah, sehingga niatnya cukup di dalam hati. Seseorang cukup meniatkan bahwa ia akan berpuasa sunnah karena Allah Ta’ala pada hari Tasu’a atau Asyura.
Contoh niat dalam hati:
Untuk puasa sunnah, niat dapat dilakukan pada malam hari. Sebagian ulama juga membolehkan niat di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Bolehkah Hanya Puasa Asyura Saja?
Ya, boleh. Seseorang tetap boleh berpuasa pada 10 Muharram saja dan tetap mendapatkan pahala puasa Asyura, insyaAllah. Namun, yang lebih utama adalah berpuasa 9 dan 10 Muharram sekaligus.
Sebagian ulama menjelaskan tingkatan puasa Asyura sebagai berikut:
Hikmah Menyambut Muharram dengan Puasa dan Amal Saleh
Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam. Ia adalah undangan untuk memperbarui niat, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan menata langkah menuju kehidupan yang lebih berkah.
Puasa Tasu’a dan Asyura mengajarkan bahwa seorang Muslim seharusnya mengawali tahun baru bukan hanya dengan harapan duniawi, tetapi dengan taubat, ibadah, dzikir, sedekah, dan semangat hijrah menuju ketaatan. Tahun baru Hijriah adalah waktu yang sangat baik untuk berkata kepada diri sendiri: tahun ini harus lebih baik di hadapan Allah daripada tahun sebelumnya.
FAQ Puasa Tasu’a dan Asyura 2026
Puasa Tasu’a 9 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026.
Puasa Asyura 10 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura adalah puasa sunnah pada 10 Muharram.
Puasa Asyura menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu dengan izin Allah, sebagaimana hadits riwayat Muslim no. 1162.
Ya, boleh. Namun, yang lebih utama adalah berpuasa 9 dan 10 Muharram.
Di antaranya: taubat, istighfar, membaca Al-Qur’an, dzikir, sedekah, menjaga shalat, silaturahmi, dan meninggalkan maksiat.
Puasa Tasu’a 9 Muharram dan Asyura 10 Muharram 2026 adalah peluang besar bagi setiap Muslim untuk mengisi awal tahun Hijriah dengan ibadah terbaik. Di bulan yang dimuliakan Allah ini, kita diajak bukan hanya untuk berpuasa, tetapi juga untuk memperbanyak taubat, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, dan memulai hijrah menuju ketaatan yang lebih nyata.
Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk menghidupkan bulan Muharram dengan puasa sunnah, dzikir, istighfar, dan amal saleh lainnya. Semoga puasa Tasu’a dan Asyura menjadi sebab turunnya ampunan, keberkahan, dan kebaikan dalam hidup kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Jangan biarkan barang tak terpakai hanya tersimpan di rumah. Satu langkah kecil Anda bisa jadi perubahan besar bagi orang lain. Klik tombol Donasi Sekarang, relawan Sedekah Barangku siap jemput donasi barang Anda