
Israf dalam berpakaian adalah sikap berlebihan dalam membeli atau mengoleksi pakaian tanpa kebutuhan yang nyata. Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap sederhana, menggunakan harta secara bijak, dan menghindari pemborosan. Sikap ini bukan hanya menjaga harta, tetapi juga menjadi bagian dari akhlak seorang muslim yang bersyukur kepada Allah.
Di tengah derasnya tren mode dan kemudahan berbelanja, seorang muslimah perlu memiliki prinsip yang kuat agar tidak mudah tergoda membeli pakaian hanya karena mengikuti tren. Islam mengajarkan keseimbangan, yaitu tidak berlebihan dan tidak pula bersikap kikir.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah memberikan peringatan tentang salah satu bentuk israf yang sering terjadi, khususnya di kalangan wanita.
Beliau menjelaskan bahwa di antara perbuatan yang termasuk israf adalah mengoleksi pakaian tanpa adanya kebutuhan yang mendesak. Ketika muncul model pakaian baru, seseorang segera berusaha membelinya hingga rumahnya dipenuhi berbagai jenis pakaian yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Sumber: Syarah Riyadhus Shalihin, jilid 6, hlm. 550.
Nasihat ini menjadi pengingat agar seorang muslimah berpakaian secara bersahaja dan tidak mudah terbawa arus tren yang terus berubah.
Allah Ta’ala telah memperingatkan tentang bahaya pemborosan dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya.”
(QS. Al-Isra’: 27)
Ayat ini menunjukkan bahwa pemborosan bukanlah perkara ringan. Seorang muslim hendaknya menggunakan nikmat harta sesuai kebutuhan dan menjauhi perilaku yang mengarah kepada israf.
Islam tidak memerintahkan seseorang hidup dalam kemewahan yang berlebihan, tetapi juga tidak menganjurkan bersikap pelit terhadap diri sendiri.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi berada di tengah-tengah antara keduanya.”
(QS. Al-Furqan: 67)
Ayat ini menjadi pedoman bahwa seorang muslim hendaknya membelanjakan hartanya secara proporsional. Pakaian merupakan kebutuhan, tetapi memenuhi kebutuhan berbeda dengan menuruti keinginan tanpa batas.
Sikap israf juga bertentangan dengan akhlak Islam yang mengajarkan sifat zuhud, tawadhu’, dan syukur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan agar kita tidak selalu membandingkan diri dengan orang yang memiliki kehidupan lebih mewah. Dengan demikian, hati akan lebih mudah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan terhindar dari keinginan untuk terus membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
Dengan cara tersebut, seorang muslimah dapat menjaga hartanya, melatih rasa syukur, dan menjadikan pakaian sebagai sarana beribadah kepada Allah, bukan sebagai ajang berlebihan.
Israf dalam berpakaian merupakan sikap berlebih-lebihan dalam membeli atau mengoleksi pakaian tanpa kebutuhan yang nyata. Islam mengajarkan keseimbangan dalam menggunakan harta, yaitu tidak boros dan tidak pula kikir.
Nasihat para ulama, ayat-ayat Al-Qur’an, serta hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi pengingat agar setiap muslimah memiliki prinsip dalam berpakaian, bersyukur atas nikmat Allah, serta lebih mengutamakan bekal untuk kehidupan akhirat daripada mengejar tren dunia yang tidak ada habisnya.
Wallahu a’lam.
Israf adalah sikap berlebihan dalam menggunakan atau membelanjakan sesuatu melebihi kebutuhan yang semestinya.
Tidak selalu. Membeli pakaian menjadi israf apabila dilakukan secara berlebihan, tanpa kebutuhan, dan hanya mengikuti keinginan atau tren.
Karena pemborosan merupakan sikap yang tidak mencerminkan rasa syukur, bertentangan dengan akhlak seorang muslim, dan dilarang dalam Al-Qur’an.
Belilah pakaian sesuai kebutuhan, hindari belanja impulsif, manfaatkan pakaian yang masih layak, serta tanamkan rasa syukur atas nikmat Allah.
Mari membiasakan hidup sederhana dan menggunakan nikmat harta sesuai tuntunan Islam. Jika lemari masih menyimpan pakaian yang layak pakai namun sudah jarang digunakan, pertimbangkan untuk menyalurkannya kepada mereka yang lebih membutuhkan agar menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.
—–
🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.com
Barang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai
💽 Youtube
📱 Info & Konfirmasi:
╰┈➤ 0812.80.700.40

Jangan biarkan barang layak pakai yang sudah tidak digunakan hanya menumpuk di lemari atau gudang hingga kehilangan manfaatnya. Melalui Sedekah Barangku, setiap donasi dikelola secara amanah, transparan, dan profesional untuk mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan, sehingga dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi mereka yang membutuhkan.