Sedekah Barang Tak Berhenti di Gudang: Yayasan Indonesia Uluran Tangan Bangun Kolaborasi dengan Bank Sampah dan Rumah Pilah

Sedekah Barang Tak Berhenti di Gudang: Yayasan Indonesia Uluran Tangan Bangun Kolaborasi dengan Bank Sampah dan Rumah Pilah 07 September 2026 Jakarta JAKARTA, (Ulurtangan.com) – Ada satu pertanyaan yang jarang muncul ketika seseorang menyerahkan barang untuk disedekahkan: setelah barang itu diterima, sebenarnya ke mana manfaatnya bergerak? Pertanyaan tersebut penting karena tidak semua barang memiliki perjalanan yang sama. Ada barang yang masih layak digunakan, ada yang perlu diperbaiki, dan ada pula yang sudah tidak dapat dipakai sebagaimana fungsi awalnya. Jika semuanya diperlakukan dengan cara yang sama, peluang manfaatnya justru bisa terlewat. Karena itu, sedekah barang tidak semestinya hanya dipahami sebagai aktivitas memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Di balik sebuah pakaian, perabot, perlengkapan rumah, atau barang bekas, terdapat kemungkinan perjalanan baru: digunakan kembali, dipilah, diolah, atau bahkan memiliki nilai ekonomi. Sudut pandang inilah yang sedang dikembangkan Sedekah Barangku melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Delima dan Rumah Pilah di Jakarta Timur. Pada 7 September 2026, tim Sedekah Barangku mengunjungi kedua mitra tersebut untuk membuka peluang kolaborasi sebagai Mitra Manfaat. Selama ini, perhatian terhadap sedekah barang sering berhenti pada satu tahap: barang berhasil dikumpulkan. Padahal, pengumpulan hanyalah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap barang memperoleh jalur pengelolaan yang sesuai dengan kondisinya. Barang yang masih layak tentu memiliki peluang untuk diteruskan kepada orang yang membutuhkan. Sementara barang yang sudah tidak layak digunakan belum tentu harus langsung dianggap sebagai sampah. Material tertentu masih dapat dipilah, dimanfaatkan kembali, atau diarahkan menuju proses pengolahan. Di sinilah kolaborasi menjadi penting. Bank Sampah dan Rumah Pilah dapat menjadi bagian dari ekosistem yang membantu menentukan perjalanan barang setelah diterima. Dengan demikian, sedekah barang tidak hanya berbicara tentang siapa yang menerima, tetapi juga bagaimana sebuah barang dikelola sebelum sampai pada manfaat akhirnya. Cara pandang tersebut membawa satu gagasan sederhana: barang yang sudah tidak dibutuhkan pemiliknya belum tentu kehilangan nilai. Nilai itu mungkin bukan lagi terletak pada fungsi awalnya, melainkan pada material yang terkandung di dalamnya. Sebuah barang yang bagi satu rumah tangga dianggap tidak terpakai dapat menjadi sesuatu yang berbeda ketika masuk ke sistem pemilahan. Barang yang masih memiliki fungsi dapat digunakan kembali. Material yang tidak memungkinkan untuk disalurkan sebagai barang pakai dapat diarahkan untuk proses pengolahan sesuai kondisinya. Kolaborasi Sedekah Barangku bersama Bank Sampah Delima dan Rumah Pilah di Jakarta Timur karena itu memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kerja sama teknis. Ini merupakan upaya membangun alur pengelolaan barang donasi yang lebih tepat guna, sehingga manfaat sosial dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Konsep tersebut memiliki keterkaitan dengan ekonomi sirkular, yaitu pendekatan yang berupaya mempertahankan nilai suatu barang atau material selama mungkin melalui penggunaan kembali, perbaikan, pemanfaatan, dan pengolahan. Dalam konteks sedekah barang, prinsip ini membuat perjalanan barang menjadi lebih panjang. Sebuah barang tidak harus berhenti ketika fungsi pertamanya selesai. Selama masih memiliki kemungkinan untuk digunakan atau materialnya masih bernilai, ada peluang untuk memberinya perjalanan berikutnya. Bagi masyarakat yang ingin bersedekah barang, pemahaman ini juga penting. Sedekah bukan hanya tentang “memberikan barang yang sudah tidak dipakai”, tetapi tentang memberikan kesempatan agar barang tersebut kembali memiliki manfaat. Tanpa pengelolaan yang tepat, barang yang awalnya dimaksudkan sebagai donasi dapat menghadapi persoalan baru: menumpuk dan tidak termanfaatkan. Semakin banyak barang terkumpul tanpa sistem pemilahan yang baik, semakin besar pula kemungkinan sebagian barang kehilangan kesempatan untuk memberikan manfaat. Karena itu, membangun jejaring dengan pihak yang memiliki pengalaman dalam pemilahan dan pengelolaan barang menjadi langkah penting. Sedekah Barangku tidak hanya berupaya memperluas penerima manfaat, tetapi juga memperkuat sistem agar barang yang masuk dapat diarahkan berdasarkan kondisi dan potensinya. Manfaatnya menjadi dua arah. Di satu sisi, barang yang masih dapat digunakan mempunyai kesempatan untuk membantu orang lain. Di sisi lain, barang yang tidak memungkinkan untuk disalurkan sebagai barang pakai dapat memiliki jalur pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Pertemuan pada 7 September tersebut juga menunjukkan bahwa gerakan sosial tidak selalu harus berjalan sendirian. Sedekah Barangku, Bank Sampah, dan Rumah Pilah memiliki pengalaman yang dapat saling melengkapi. Kolaborasi memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan mengenai pemilahan, pengelolaan, pemanfaatan, hingga pengolahan barang. Jaringan yang terbentuk pun berpotensi membuka akses lebih luas terhadap pihak-pihak yang membutuhkan maupun ekosistem pengelolaan barang yang lebih baik. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah barang donasi bukan semata-mata seberapa cepat barang itu berpindah tempat. Ukurannya adalah seberapa jauh manfaatnya dapat diperpanjang. Bagi masyarakat yang memiliki barang di rumah, langkah pertama sebenarnya sederhana: jangan terburu-buru menganggap semua barang yang tidak digunakan sebagai sampah. Pisahkan barang yang masih layak, barang yang membutuhkan perbaikan, dan material yang sudah tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Jika ingin menyalurkannya melalui sedekah barang, cari pengelola atau lembaga yang memiliki sistem pemanfaatan yang jelas. Dengan cara tersebut, keputusan kecil di rumah dapat memiliki dampak yang lebih panjang. Barang yang hanya memenuhi ruang penyimpanan dapat berubah menjadi perlengkapan bagi orang lain, material yang dapat diolah, atau bagian dari rantai manfaat yang sebelumnya tidak terlihat. Melalui Sedekah Barangku, Yayasan Indonesia Uluran Tangan berupaya mengembangkan pengelolaan barang donasi dengan membangun jejaring bersama berbagai pihak. Kolaborasi dengan Bank Sampah Delima dan Rumah Pilah di Jakarta Timur menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem tersebut. Gagasannya sederhana: barang berpindah, manfaat bertambah, lingkungan terjaga. Ketika lebih banyak pihak terlibat, sebuah barang tidak hanya memiliki satu kemungkinan akhir. Ia dapat menemukan jalur baru yang lebih sesuai dengan kondisi dan nilainya. Pada akhirnya, mungkin inilah cara berbeda memandang sedekah barang. Yang disedekahkan bukan sekadar benda yang sudah tidak kita perlukan. Kita sedang membuka kemungkinan agar benda tersebut memiliki kehidupan manfaat yang kedua. Dan ketika sebuah barang mampu membantu orang lain sekaligus mengurangi kemungkinan berakhir sebagai sampah, kebaikan itu memiliki jejak yang lebih panjang. Bukan karena nilainya harus besar, melainkan karena ada sistem yang membuat manfaat kecil dapat terus bergerak. Semoga kolaborasi ini menjadi awal dari semakin luasnya jejaring Mitra Manfaat Sedekah Barangku, sehingga semakin banyak barang dapat dikelola dengan tepat dan semakin banyak pihak merasakan manfaatnya. Jazakumullahu khairan kepada para donatur, mitra, relawan, dan semua pihak yang ikut menjaga agar setiap titipan kebaikan menemukan jalan manfaatnya. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info

Semarak Kemerdekaan Indonesia dan Maulid Nabi: 23 Anak Yatim dan Dhuafa Rayakan Kebersamaan Penuh Makna

Semarak Kemerdekaan Indonesia dan Maulid Nabi: 23 Anak Yatim dan Dhuafa Rayakan Kebersamaan Penuh Makna 25 Agustus 2026 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.Ulurtangan.com) – Semarak Kemerdekaan Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gudang Sedekah Barang menghadirkan kebersamaan penuh keceriaan bagi 23 anak yatim dan dhuafa melalui permainan, lomba, dan edukasi Islami. Apa yang paling lama diingat seorang anak setelah sebuah acara selesai? Bukan selalu hadiah yang dibawa pulang. Bukan pula siapa yang memenangkan perlombaan. Kadang, yang justru tinggal lebih lama adalah perasaan sederhana: pernah tertawa bersama, pernah diberi kesempatan untuk mencoba, dan pernah merasa menjadi bagian dari sebuah kebersamaan. Pemikiran itulah yang terasa dalam kegiatan Semarak Kemerdekaan Indonesia dan Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada 25 Agustus 2026 di Gudang Sedekah Barang. Sebanyak 23 anak yatim dan dhuafa berkumpul untuk mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan semangat kemerdekaan, kreativitas, permainan, serta pengetahuan Islami. Kegiatan yang dihadirkan oleh Sedekah Barangku Ulurtangan.com ini bukan sekadar tentang mengadakan perlombaan. Di balik tawa dan keseruan anak-anak, ada sebuah upaya sederhana untuk menghadirkan ruang bermain, belajar, dan bertumbuh bersama. Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia identik dengan berbagai perlombaan. Namun bagi anak-anak, perlombaan seringkali memiliki makna yang lebih sederhana daripada sekadar menjadi juara. Mereka belajar mencoba. Mereka belajar menunggu giliran. Mereka belajar menerima kemenangan dan kekalahan. Dan yang paling penting, mereka belajar bahwa menjadi bagian dari sebuah kegiatan bersama juga merupakan pengalaman yang menyenangkan. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, kami menghadirkan kegiatan kebersamaan bagi 23 anak yatim dan dhuafa. Dua momentum tersebut dipertemukan dalam satu kegiatan: semangat kemerdekaan yang mengajarkan kebersamaan sebagai bangsa, serta semangat Maulid Nabi yang mengingatkan pentingnya akhlak, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Keseruan kegiatan dimulai dengan lomba menggambar. Anak-anak mulai menuangkan imajinasi mereka melalui warna dan goresan di atas kertas. Ada yang langsung menggambar dengan penuh keyakinan. Ada pula yang terlihat begitu fokus memikirkan apa yang ingin dituangkan dalam karyanya. Sesekali, beberapa anak melihat ke arah teman di sebelahnya, bukan untuk meniru, tetapi seolah mencari inspirasi sebelum kembali melanjutkan gambar masing-masing. Momen sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan dirinya. Tidak semua anak harus memiliki gambar yang sama. Tidak semua harus menggunakan warna yang sama. Justru dari perbedaan itulah kreativitas tumbuh. Di tengah kegiatan, yang terasa bukan hanya suasana kompetisi, tetapi juga kegembiraan karena mereka memiliki kesempatan untuk duduk bersama, berkarya, dan menikmati prosesnya. Setelah lomba menggambar, suasana berubah semakin ramai melalui lomba lari mengumpulkan bendera. Anak-anak berlari bolak-balik dengan penuh semangat untuk mengambil dan mengumpulkan bendera. Ada yang berlari sangat cepat, ada yang terlihat kelelahan tetapi tetap berusaha mencapai garis akhir. Di sinilah perlombaan sederhana bisa memberikan pengalaman yang tidak sederhana. Anak-anak belajar bahwa terkadang mereka harus mencoba lebih dari sekali. Ada saatnya langkah terasa cepat, ada pula ketika tenaga mulai berkurang. Namun mereka tetap diberi ruang untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai. Kami melihat bagaimana semangat mereka tidak selalu ditentukan oleh siapa yang akhirnya menjadi pemenang. Sebab pada hari itu, keberanian untuk ikut mencoba pun layak mendapatkan apresiasi. Keseruan berikutnya datang dari lomba memasukkan bola ke keranjang. Sekilas, permainan ini terlihat mudah. Namun ketika dilakukan, anak-anak harus menggunakan konsentrasi dan ketepatan. Bola tidak selalu langsung masuk. Ada yang harus mencoba beberapa kali sebelum berhasil. Justru dari situ terdengar berbagai reaksi spontan yang membuat suasana semakin hidup. Ada yang tertawa ketika lemparannya meleset. Ada yang semakin bersemangat setelah mencoba kembali. Ketika akhirnya berhasil, wajah bahagia mereka seakan menjadi hadiah tersendiri. Kegiatan seperti ini mengingatkan kami bahwa anak-anak tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit untuk merasa bahagia. Kadang, satu permainan sederhana, kesempatan untuk mencoba, dan orang-orang yang memberikan semangat sudah cukup untuk menciptakan hari yang berkesan. Kegiatan tidak berhenti pada permainan fisik. Anak-anak juga diajak mengikuti sesi tanya jawab seputar kemerdekaan Indonesia dan pengetahuan Islami. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan, kemudian dijawab dengan penuh antusias. Ada yang langsung mengangkat tangan. Ada yang menjawab dengan cepat. Ada pula jawaban spontan yang justru membuat suasana menjadi lebih hangat. Bagi kami, bagian ini menjadi salah satu momen yang menarik. Belajar tidak selalu harus berlangsung dalam suasana yang kaku. Ketika pengetahuan dikemas melalui interaksi dan permainan, anak-anak dapat menikmati prosesnya dengan cara yang lebih menyenangkan. Semangat tersebut juga sejalan dengan pesan Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya memberikan manfaat kepada sesama. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ahmad) Melalui kegiatan sederhana ini, kami belajar bahwa menghadirkan manfaat tidak selalu harus dalam bentuk sesuatu yang besar. Meluangkan waktu, tenaga, perhatian, dan menghadirkan ruang kebersamaan juga dapat menjadi bagian dari kebaikan. Ada satu hal yang sering terlupakan dalam kegiatan sosial. Kita terkadang terlalu fokus pada apa yang diberikan kepada anak-anak, tetapi lupa bertanya: apakah mereka juga diberi kesempatan untuk menikmati masa kecil mereka? Kebutuhan anak tentu tidak hanya berkaitan dengan pendidikan atau kebutuhan sehari-hari. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bermain, berekspresi, bergerak, tertawa, dan merasa diterima. Sudut pandang inilah yang menjadi salah satu makna dari kegiatan Semarak Kemerdekaan dan Maulid Nabi kali ini. Kami datang dengan niat menghadirkan kebahagiaan. Namun selama kegiatan berlangsung, kami justru menyadari bahwa tawa anak-anak tersebut ikut menghadirkan kebahagiaan bagi kami.Kadang, kebahagiaan memang tidak berjalan dalam satu arah. Ia datang kembali kepada orang yang meluangkan waktu untuk berbagi. Sebanyak 23 anak yatim dan dhuafa menjadi bagian dari kegiatan ini. Mereka datang dengan karakter, usia, dan cara berekspresi yang berbeda. Namun ketika kegiatan dimulai, perbedaan tersebut seolah melebur dalam satu suasana kebersamaan. Ada yang sangat aktif mengikuti lomba. Ada yang lebih tenang ketika menggambar. Ada yang berani menjawab pertanyaan. Ada pula yang awalnya terlihat malu, tetapi perlahan mulai ikut menikmati suasana. Setiap anak memiliki ceritanya sendiri dan mungkin, tidak semua cerita harus diceritakan melalui kata-kata. Kadang, senyum setelah berhasil memasukkan bola ke keranjang atau wajah serius saat menyelesaikan gambar sudah cukup untuk menunjukkan bahwa momen tersebut memiliki arti bagi mereka. Melalui kegiatan ini, Yayasan Indonesia Uluran Tangan bersama Sedekah Barangku Ulurtangan.com ingin terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada bantuan dalam bentuk barang. Kebaikan juga dapat hadir melalui pengalaman, melalui kesempatan, melalui waktu yang diluangkan bersama. Semarak Kemerdekaan dan Maulid Nabi ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan ruang positif bagi anak-anak yatim dan

Raker 2026 Yayasan Indonesia Uluran Tangan: Bersama Menata, Menguatkan, dan Meluaskan Kebaikan

Raker 2026 Yayasan Indonesia Uluran Tangan: Bersama Menata, Menguatkan, dan Meluaskan Kebaikan 10 Agustus 2026 Bogor BOGOR, (Ulurtangan.com) – Yayasan Indonesia Uluran Tangan menggelar Rapat Kerja 2026 dengan tema “Bersama Menata, Menguatkan, dan Meluaskan Kebaikan”. Raker menjadi momentum evaluasi, pembenahan tata kelola, penguatan program, serta penyusunan arah pengembangan yayasan untuk memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat. Ada satu pertanyaan penting yang perlu dijawab setiap kali sebuah lembaga sosial ingin berkembang: apakah bertambahnya kegiatan selalu berarti bertambahnya manfaat? Jawabannya tidak selalu. Semakin banyak program yang dijalankan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dikelola. Ada amanah donatur yang harus dijaga, penerima manfaat yang harus dilayani dengan tepat, tim yang perlu dikuatkan, keuangan yang harus ditata, serta berbagai kerja sama yang perlu dibangun dengan penuh tanggung jawab. Kesadaran itulah yang menjadi salah satu landasan Rapat Kerja 2026 Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Mengusung tema “Bersama Menata, Menguatkan, dan Meluaskan Kebaikan”, Raker 2026 tidak hanya diarahkan untuk menyusun daftar kegiatan selama satu tahun. Lebih dari itu, Raker menjadi ruang bagi seluruh unsur yayasan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mengakui hal-hal yang masih perlu diperbaiki, mempertahankan program yang memiliki dampak, serta menyusun langkah agar manfaat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Menata, Menguatkan, dan Meluaskan Tiga kata dalam tema Raker 2026 memiliki makna yang saling berkaitan. Menata berarti berani memperbaiki apa yang masih belum sempurna. Termasuk di dalamnya pembenahan organisasi, administrasi, keuangan, dokumentasi, pelaporan, pembagian tugas, serta sistem kerja agar yayasan memiliki fondasi yang semakin kuat. Menguatkan berarti memberikan perhatian lebih besar kepada program-program yang sudah berjalan dan memiliki potensi untuk memberikan dampak lebih luas. Penguatan tidak hanya berbicara tentang jumlah kegiatan, tetapi juga kualitas pelaksanaan, ketepatan sasaran, keberlanjutan, dan kemampuan program untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sedangkan meluaskan berarti membuka ruang kolaborasi dan memperbesar jangkauan manfaat. Kebaikan tidak harus dikerjakan sendirian. Ada donatur, relawan, sekolah, komunitas, lembaga, perusahaan, dan berbagai pihak yang dapat menjadi bagian dari gerakan sosial. Ketiganya menjadi arah yang ingin dibangun bersama dalam perjalanan Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Enam Program Utama Tetap Menjadi Fondasi Dalam evaluasi internal, Yayasan Indonesia Uluran Tangan tetap mempertahankan enam bidang utama sebagai kerangka program, yaitu: 1. Dakwah & Keumatan 2. Pendidikan 3. Kesehatan 4. Sosial & Kemanusiaan 5. Lingkungan 6. Pemberdayaan Ekonomi Keenam bidang tersebut memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, evaluasi tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan satu program dengan program lainnya, melainkan melihat bagaimana masing-masing program dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan potensinya. Dari proses evaluasi tersebut, Pengurus menemukan adanya perkembangan yang cukup menonjol pada salah satu program, yaitu Sedekah Barang. Sedekah Barang: Dari Barang yang Tak Terpakai Menjadi Manfaat yang Berkelanjutan Sedekah Barang menjadi salah satu program yang menunjukkan perkembangan paling signifikan dalam evaluasi internal Pengurus. Sekilas, sedekah barang mungkin terlihat sederhana. Seseorang memiliki pakaian, perlengkapan rumah tangga, buku, atau barang lain yang masih layak, kemudian memberikannya kepada pihak yang membutuhkan. Namun, ketika kegiatan tersebut dilakukan melalui sebuah lembaga sosial, prosesnya menjadi jauh lebih kompleks. Barang yang diterima perlu diperiksa kelayakannya, dipilah, dikelompokkan, disimpan, didata, kemudian disalurkan kepada penerima manfaat yang sesuai. Semua proses tersebut membutuhkan tenaga, sistem, tempat, waktu, dan koordinasi. Karena itu, Sedekah Barang bukan sekadar tentang mengumpulkan barang. Ia adalah tentang bagaimana sebuah barang yang masih memiliki nilai guna dapat menemukan kembali manfaatnya di tangan orang yang membutuhkan. Perspektif ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa barang yang disedekahkan sebaiknya bukan sekadar barang yang sudah tidak diinginkan. Barang yang diberikan idealnya masih layak, bersih, pantas, dan memiliki nilai guna bagi penerimanya. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu infakkan…” (QS. Al-Baqarah: 267) Ayat tersebut memberikan prinsip penting dalam berbagi: kualitas pemberian juga merupakan bagian dari penghormatan kepada penerima manfaat. Mengembangkan Sedekah Barang melalui Kemitraan Melihat perkembangan tersebut, Pengurus mengidentifikasi beberapa peluang pengembangan Sedekah Barang. Salah satunya adalah penjajakan kerja sama dengan BAZNAS. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dalam pengelolaan, penghimpunan, maupun penyaluran barang sesuai dengan ruang lingkup dan ketentuan yang nantinya disepakati bersama. Selain itu, Yayasan Indonesia Uluran Tangan juga melihat peluang besar melalui Gerakan Sekolah Berbagi. Program ini dirancang dengan gagasan sederhana: menjadikan sekolah sebagai bagian dari gerakan kebaikan. Siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dapat dilibatkan dalam kegiatan pengumpulan barang layak pakai sekaligus mendapatkan pengalaman langsung tentang kepedulian sosial. Dengan demikian, Gerakan Sekolah Berbagi bukan hanya berbicara tentang barang yang dikumpulkan. Ada nilai pendidikan di dalamnya. Anak-anak belajar bahwa barang yang sudah tidak mereka gunakan masih dapat memiliki nilai bagi orang lain. Mereka belajar berbagi, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan sosial, dan memahami bahwa kebaikan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Yatim, Wakaf, dan Darurat: Potensi Program yang Terus Dikembangkan Selain Sedekah Barang, Pengurus juga mencatat beberapa program yang memiliki potensi minat dari donatur, yaitu Yatim, Wakaf, dan Darurat. Program Yatim diarahkan untuk memberikan dukungan yang lebih luas, tidak hanya pada kebutuhan dasar, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pembinaan, dan pendampingan. Wakaf memiliki karakter yang berbeda. Ia membutuhkan perencanaan, tata kelola, legalitas, dan pelaporan yang baik agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.  Sementara itu, program Darurat membutuhkan kemampuan respons yang cepat dan terukur. Ketika terjadi bencana atau kondisi kemanusiaan, kecepatan menjadi penting, tetapi ketepatan sasaran dan akuntabilitas tetap harus dijaga. Ketiga program tersebut menjadi bagian dari pembahasan Pengurus untuk dikembangkan sesuai kesiapan sistem dan kemampuan yayasan.  Ketua Yayasan: Jangan Lupa Menata Niat Di tengah pembahasan mengenai program, target, fundraising, keuangan, dan tata kelola, Ketua Yayasan Indonesia Uluran Tangan, Ustadz Asep Masdinar, Lc., memberikan pesan penting kepada seluruh tim. Menurut beliau, di tengah keinginan untuk memperbaiki dan mengembangkan yayasan, ada satu hal yang harus terus dijaga: niat. “Kita perlu selalu menata dan memperbaiki niat. Apa yang kita kerjakan, apa yang kita perjuangkan, semuanya harus kita niatkan karena Allah. Ketika niat terus kita perbaiki, insyaAllah kita akan lebih kuat dalam menjalankan amanah, termasuk ketika menghadapi berbagai ujian dan tantangan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas sosial bukan hanya pekerjaan organisasi. Bagi seorang Muslim, membantu sesama dapat menjadi bagian dari ibadah ketika dilakukan dengan niat yang

Pesantren Ramadhan: Siswa SLB Negeri 10 Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama dan Donasikan Pakaian Layak Pakai untuk Sesama

Pesantren Ramadhan: Siswa SLB Negeri 10 Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama dan Donasikan Pakaian Layak Pakai untuk Sesama 13 Maret 2026 Jakarta JAKARTA, (Sedekahbarang.ulurtangan.com) – Ramadhan selalu menjadi ruang terbaik untuk menumbuhkan iman, memperkuat kepedulian, dan menebar kebaikan. Dalam suasana penuh berkah ini, siswa-siswi SLB Negeri 10 Jakarta kembali menghadirkan kegiatan penuh makna melalui program SMARTTREN (Smart Pesantren Ramadhan) dengan tema “Hidup Jadi Rahmat dengan Iman dan Hikmah.” Kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan menjadi momen kebersamaan yang hangat antara siswa, guru, dan orang tua. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini kepada para siswa. Program Pesantren Ramadhan ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan. Setiap tahunnya, kegiatan ini hadir dengan tema-tema positif yang membangun karakter, memperkuat iman, serta mengajarkan arti berbagi kepada sesama. Salah satu rangkaian kegiatan yang paling bermakna adalah pengumpulan donasi pakaian layak pakai dari siswa, wali murid, dan keluarga besar sekolah. Dari tahun ke tahun, jumlah donasi yang terkumpul terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di lingkungan sekolah. Pada tahun ini, pakaian-pakaian yang telah dikumpulkan tersebut dititipkan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Sedekah Barang Ulurtangan.com. Di balik setiap pakaian yang disumbangkan, tersimpan ketulusan dan harapan. Dari tangan-tangan kecil para siswa, kita belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berbagi. Justru dari hati yang tulus, lahir kebaikan yang besar dan bermakna. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih. Apa yang kita miliki hari ini, bisa menjadi kebahagiaan bagi orang lain. Dan setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semangat yang ditunjukkan oleh siswa-siswi SLB Negeri 10 Jakarta menjadi inspirasi bahwa Ramadhan adalah tentang menghadirkan rahmat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama. Mari kita lanjutkan kebaikan ini bersama. Ulurtangan.com mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi melalui Program Sedekah Barang dengan menyumbangkan barang-barang layak pakai seperti pakaian, sepatu, tas, maupun kebutuhan lainnya yang masih dapat digunakan. Karena sesungguhnya, barang yang tak lagi kita gunakan bisa menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui Ulurtangan.com, dan mari bersama menebar kebaikan tanpa batas. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ulurtangan.com (@ulurtangancom)

Penyaluran Kursi Roda dan Selimut untuk Keluarga Dhuafa di Sunter Jaya: Ketika Satu Rumah Harus Saling Menopang di Tengah Sakit

Penyaluran Kursi Roda dan Selimut untuk Keluarga Dhuafa di Sunter Jaya: Ketika Satu Rumah Harus Saling Menopang di Tengah Sakit 28 Juli 2026 Jakarta JAKARTA, (Sedekahbarang.Ulurtangan.com) – Apa yang terjadi ketika seluruh anggota keluarga sama-sama membutuhkan pertolongan? Pertanyaan itu terasa sederhana, tetapi jawabannya sering kali menyimpan kenyataan yang tidak banyak terlihat. Di balik pintu sebuah rumah sederhana di Jalan Pohon Beringin RT 07/RW 03 No. 59, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terdapat sebuah keluarga yang setiap harinya saling bertahan, meski masing-masing sedang memikul ujian yang berat. Pada 28 Juli 2026, relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan hadir untuk menyalurkan satu kursi roda dan dua selimut kepada keluarga Bapak Sanib. Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang selama ini hanya mengandalkan uluran tangan tetangga, bantuan itu menjadi penopang harapan agar hari esok terasa sedikit lebih ringan. Bapak Sanib mengalami kelumpuhan sekitar satu bulan terakhir. Sebelum kondisi itu terjadi, beliau adalah sosok yang merawat putrinya, Ibu Erna, ketika sempat mengalami stroke hingga kesulitan berjalan. Seiring berjalannya waktu, kondisi Ibu Erna mulai membaik. Harapan untuk kembali bekerja pun mulai tumbuh. Namun, tak lama setelah itu, cobaan kembali datang. Kali ini, sang ayah yang justru mengalami kelumpuhan. Kini, peran dalam keluarga berubah secara drastis. Ibu Erna yang masih berada dalam masa pemulihan harus merawat ayahnya, sekaligus mengasuh putra laki-lakinya yang berusia 10 tahun. Ujian keluarga ini belum berhenti sampai di situ. Anak semata wayang Ibu Erna diketahui mengidap Thalasemia, penyakit keturunan yang memerlukan perhatian medis secara berkala. Sejak bayi, ia juga telah kehilangan sosok ayah karena sang ayah telah meninggal dunia. Dalam satu rumah, terdapat tiga orang dengan perjuangan yang berbeda-beda, tetapi saling bergantung satu sama lain. Relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan menyerahkan satu unit kursi roda untuk membantu mobilitas Bapak Sanib serta dua selimut agar keluarga memiliki perlindungan yang lebih layak selama menjalani masa pemulihan. Secara jumlah, bantuan yang disalurkan terdiri dari tiga item bantuan kepada keluarga penerima manfaat. Bagi sebagian orang, kursi roda hanyalah sebuah alat. Namun bagi keluarga ini, kursi roda berarti kesempatan bagi Bapak Sanib untuk berpindah tempat dengan lebih aman tanpa harus selalu mengandalkan tenaga orang lain. Begitu pula dengan selimut. Barang yang sering dianggap biasa ternyata dapat memberikan kenyamanan bagi anggota keluarga yang kondisi fisiknya sedang menurun. Bagi Ibu Erna dan Bapak Sanib, bantuan yang diterima bukan sekadar barang, tetapi juga menjadi penguat semangat di tengah ujian yang sedang mereka hadapi. Rasa syukur itu mereka sampaikan secara langsung kepada para donatur dan relawan yang telah hadir. “Saya berterima kasih kepada para donatur atas kursi rodanya dan kepada Yayasan Indonesia Uluran Tangan atas bantuan kursi rodanya. Semoga menjadi berkah dan bermanfaat untuk kami sekeluarga.” — Ibu Erna Ucapan serupa juga disampaikan oleh Bapak Sanib yang berharap kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan. “Terima kasih kepada Yayasan Indonesia Uluran Tangan atas kursi rodanya. Semoga semakin berkah untuk semuanya dan semoga yayasannya semakin maju.” — Bapak Sanib Al-Qur’an mengingatkan bahwa kebaikan bukan hanya tentang memberi dalam keadaan lapang, tetapi juga menghadirkan kepedulian kepada mereka yang sedang diuji. “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 8) Ayat tersebut menunjukkan bahwa nilai sebuah bantuan tidak hanya diukur dari besar kecilnya, tetapi dari keikhlasan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Dalam kehidupan sehari-hari, kepedulian sering kali diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang mampu menjaga martabat penerimanya agar tetap dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Ada satu kenyataan yang jarang dibahas, dalam banyak keluarga, orang yang paling berat bebannya bukan selalu mereka yang sedang terbaring sakit. Terkadang justru orang yang masih harus berdiri, memasak, mengantar berobat, mencari nafkah, sekaligus menenangkan anggota keluarga lainnya. Ibu Erna berada pada posisi itu, meski kesehatannya belum pulih sepenuhnya, ia tetap berharap suatu hari nanti dapat kembali bekerja apabila kondisi dirinya dan sang ayah membaik. Harapan sederhana itulah yang menjadi pengingat bahwa bantuan sosial tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjaga peluang agar sebuah keluarga dapat kembali mandiri di masa depan. Melalui berbagai program penyaluran bantuan, Yayasan Indonesia Uluran Tangan terus berupaya menjangkau keluarga-keluarga yang menghadapi kondisi serupa. Bantuan yang diberikan tidak selalu berupa kebutuhan besar. Sering kali, barang-barang yang tepat sasaran justru mampu menghadirkan perubahan nyata bagi penerimanya. Karena itu, setiap bentuk kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan di berbagai daerah. Mereka tidak selalu meminta banyak. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah alat bantu, perlengkapan sederhana, atau kehadiran orang-orang yang bersedia peduli. Semoga penyaluran kursi roda dan dua selimut ini menjadi ikhtiar kecil yang membawa manfaat bagi Bapak Sanib, Ibu Erna, serta putranya. Dan semoga semakin banyak langkah kebaikan yang mampu menghadirkan harapan bagi keluarga-keluarga lain yang tengah berjuang menghadapi ujian hidup. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ulurtangan.com (@ulurtangancom)

Bantu Warga Buruh Tani, Program Sedekah Barangku Ulurtangan Salurkan Ratusan Pakaian Layak di Pelosok Sukabumi

Bantu Warga Buruh Tani, Program Sedekah Barangku Ulurtangan Salurkan Ratusan Pakaian Layak di Pelosok Sukabumi 24 Juli 2026 Sukabumi SUKABUMI, (Ulurtangan.com) – Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, atas izin Allah SWT serta dukungan para donatur, Ulurtangan.com kembali menghadirkan kebahagiaan melalui Program Sedekah Barangku. Kali ini, ratusan pakaian layak pakai dan perlengkapan ibadah berhasil didistribusikan kepada masyarakat di Kampung Tipar, Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Kampung Tipar merupakan salah satu wilayah pelosok yang mayoritas warganya bekerja sebagai buruh tani. Dengan penghasilan yang terbatas, kebutuhan sandang masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Kehadiran bantuan ini menjadi angin segar yang membawa kebahagiaan dan harapan bagi masyarakat setempat. Sejak pagi hari, warga telah berkumpul dengan penuh antusias menyambut kedatangan relawan. Senyum tulus dan wajah penuh syukur terlihat saat mereka memilih pakaian yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Bagi sebagian penerima manfaat, bantuan ini bukan sekadar pakaian, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih banyak saudara seiman yang peduli dan ingin berbagi kebahagiaan. Allah SWT berfirman: “Dan apa saja harta yang baik yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikit pun tidak akan dizalimi.” (QS. Al-Baqarah: 272) Selain pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah turut disalurkan agar dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih baik. Semoga setiap pakaian yang dikenakan dan setiap ibadah yang dilakukan dengan perlengkapan tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para donatur. Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur Ulurtangan.com. Dengan penuh haru, mereka mendoakan agar Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan kesehatan, keberkahan keluarga, serta melancarkan rezeki para donatur. Mereka juga berharap Program Sedekah Barangku dapat kembali hadir di masa mendatang, sehingga semakin banyak masyarakat pelosok yang dapat merasakan manfaatnya. Kami mengucapkan Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan sedekah barangnya melalui Program Sedekah Barangku. Setiap pakaian yang disumbangkan bukan hanya memberikan kehangatan bagi penerimanya, tetapi juga menghadirkan senyum, menjaga kehormatan saudara yang membutuhkan, serta menjadi wasilah kebaikan yang insyaAllah bernilai pahala di sisi Allah SWT. Semoga Allah menerima setiap amal kebaikan, melipatgandakan balasannya, dan menjadikan Program Sedekah Barangku sebagai jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Mari Ubah Barang yang Tak Terpakai Menjadi Ladang Pahala Masih punya pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, atau barang bermanfaat lainnya yang sudah tidak digunakan? Jangan biarkan hanya tersimpan di lemari atau bahkan berakhir menjadi mubazir. Melalui Program Sedekah Barangku Ulurtangan.com, barang-barang yang sudah tidak terpakai di rumah Anda dapat menjadi berkah dan membawa kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di pelosok yang masih sangat membutuhkannya. InsyaAllah, setiap barang yang Anda sedekahkan akan kami salurkan kepada penerima manfaat yang tepat, sehingga menjadi amal jariyah yang terus mengalir selama masih digunakan. Mari bersedekah dengan apa yang kita miliki, karena bisa jadi sesuatu yang biasa bagi kita adalah anugerah yang sangat berharga bagi mereka.  Siap bersedekah barang? Klik “Sedekah Barang Sekarang” untuk melihat informasi lengkap mengenai jenis barang yang dapat didonasikan dan tata cara pengirimannya.  Atau hubungi Admin Sedekah Barangku di 0812-8070-0040 untuk konsultasi maupun penjemputan donasi (sesuai area layanan). Jangan biarkan barang layak pakai menjadi mubazir. Ubah menjadi manfaat, tebarkan keberkahan, dan hadirkan senyum untuk saudara-saudara kita di pelosok bersama Ulurtangan.com. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Pakaian yang Menghangatkan Hati: Sedekah Barangku Hadir Membersamai Perjuangan Keluarga Bapak Akil

Pakaian yang Menghangatkan Hati: Sedekah Barangku Hadir Membersamai Perjuangan Keluarga Bapak Akil 16 Juli 2026 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.Ulurtangan.com) – Tidak semua orang membutuhkan sesuatu yang mewah. Terkadang, pakaian yang masih layak pakai dapat menjadi penyemangat bagi sebuah keluarga untuk menjalani hari dengan lebih percaya diri dan penuh harapan. Alhamdulillah, melalui Program Sedekah Barangku, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali dipertemukan dengan sebuah keluarga yang mengajarkan makna ketulusan dan perjuangan. Di balik kesederhanaan hidup, kami melihat kasih sayang yang begitu besar dari sepasang suami istri yang memilih merawat anak-anak yatim di tengah keterbatasan ekonomi mereka. Semoga setiap langkah kecil dalam berbagi ini menjadi wasilah hadirnya keberkahan bagi para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang turut menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan. Pada 16 Juli 2026, tim relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan melaksanakan rangkaian kegiatan Program Sedekah Barangku di wilayah Bekasi. Perjalanan dimulai dari gudang Sedekah Barangku. Bersama tiga orang relawan, kami terlebih dahulu menyortir pakaian-pakaian yang telah diamanahkan oleh para donatur. Setiap pakaian diperiksa dengan teliti agar benar-benar layak pakai, bersih, dan sesuai dengan kebutuhan calon penerima manfaat. Setelah proses penyortiran selesai, kami melakukan survei langsung ke kediaman Bapak Akil. Dari hasil kunjungan tersebut, kami mendapati bahwa beliau memang termasuk keluarga yang layak menerima bantuan. Bapak Akil yang kini berusia 59 tahun sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir. Ketika ada kesempatan, beliau juga mencoba mencari tambahan penghasilan dengan menjadi ojek pada malam hari. Namun penghasilannya sangat tidak menentu. Bahkan tidak jarang beliau pulang tanpa membawa penghasilan karena sepeda motor yang digunakan sudah tidak layak dan tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan. Di rumah sederhana yang dikontrak dengan biaya sekitar Rp500.000 per bulan, Bapak Akil bersama istrinya, Ibu Wahyuningsih (56 tahun), merawat dua anak yatim berusia 7 tahun dan 5 tahun yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Selain itu, mereka juga tinggal bersama seorang keponakan berusia 20 tahun. Di tengah keterbatasan tersebut, mereka masih harus mempersiapkan kebutuhan pendidikan kedua anak yang akan memasuki jenjang SD dan TK. Melihat kondisi tersebut, insyaAllah amanah dari para donatur dapat disalurkan dengan tepat sasaran. Tim kemudian menyerahkan 1 karung pakaian layak pakai yang berisi pakaian dewasa dan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan lima orang penerima manfaat. Suasana haru begitu terasa saat bantuan diterima. Dengan mata yang berkaca-kaca, Bapak Akil menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh pihak yang telah peduli. “Terima kasih donatur dan Yayasan Indonesia Uluran Tangan yang telah membantu saya. Saya ucapkan banyak terima kasih. Semoga semuanya dipanjangkan umur, diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin.”Bapak Akil Di sela perbincangan, Ibu Wahyuningsih juga mengungkapkan harapan sederhana yang begitu menyentuh hati. Sebagai seorang ibu, keinginan terbesarnya bukanlah kemewahan, melainkan melihat anak-anak yang diasuhnya dapat terus mengenyam pendidikan. “Harapan saya anak-anak saya bisa sekolah semuanya, tapi saya buat beli seragam aja belum mampu.”Ibu Wahyuningsih Ucapan tersebut menjadi pengingat bagi kami bahwa masih banyak keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar. Bantuan pakaian yang disalurkan mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan kepedulian, kasih sayang, dan harapan baru yang tumbuh dari kebaikan para donatur. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahan darinya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim No. 2699) Hadits ini mengingatkan kita bahwa setiap bentuk kepedulian, termasuk berbagi pakaian yang masih layak pakai, merupakan amal yang sangat dicintai Allah SWT. Semoga setiap helai pakaian yang disedekahkan menjadi saksi kebaikan dan mengalirkan pahala yang terus berlipat. Melalui kegiatan ini, lima orang penerima manfaat memperoleh pakaian yang masih layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan sebagian beban ekonomi keluarga sehingga dana yang terbatas dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya, termasuk pendidikan anak-anak. Lebih dari sekadar menyalurkan pakaian, kegiatan ini mempererat ukhuwah antara para donatur, relawan, dan masyarakat yang membutuhkan. Kami belajar bahwa barang yang sudah tidak lagi digunakan oleh satu keluarga dapat menjadi nikmat yang sangat berarti bagi keluarga lainnya. Harapan terbesar kami, semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi pakaian, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan pokok lainnya. InsyaAllah, setiap sedekah yang diberikan akan menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi pemberi dan penerima. Kami juga mengajak seluruh sahabat kebaikan untuk turut mendoakan agar Allah SWT memudahkan rezeki Bapak Akil dan keluarga, melapangkan jalan pendidikan bagi anak-anak yang mereka rawat, serta mengangkat setiap kesulitan yang sedang dihadapi. Terima kasih kepada seluruh donatur Program Sedekah Barangku, para relawan, dan semua pihak yang telah mempercayakan amanah kebaikannya kepada Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda. Jika di rumah masih terdapat pakaian, perlengkapan sekolah, buku, atau barang lain yang masih layak pakai namun sudah tidak digunakan, jangan biarkan hanya tersimpan. Bisa jadi, barang tersebut adalah jawaban atas doa keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Mari terus hadirkan manfaat melalui Program Sedekah Barangku Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Bersama, kita dapat memperluas amal kebaikan, menguatkan ukhuwah, dan menghadirkan harapan bagi keluarga dhuafa serta anak-anak yatim yang membutuhkan. Semoga Allah SWT menerima setiap sedekah yang kita tunaikan, melapangkan rezeki para donatur, menjaga kesehatan dan umur yang penuh keberkahan, serta menjadikan setiap kebaikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Penyaluran Kasur Bangsal untuk Pak Sudrajat, Menghadirkan Harapan Baru di Tengah Ujian Sakit

Penyaluran Kasur Bangsal untuk Pak Sudrajat, Menghadirkan Harapan Baru di Tengah Ujian Sakit 26 Juni 2026 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.Ulurtangan.com) – Di balik setiap ujian yang Allah SWT berikan, selalu ada kesempatan bagi kita untuk menghadirkan kepedulian kepada sesama. Terkadang, bantuan yang terlihat sederhana mampu menjadi penyambung harapan bagi sebuah keluarga yang sedang berjuang menghadapi cobaan hidup. Alhamdulillah, pada 26 Juni 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali menyalurkan amanah dari para sahabat kebaikan melalui program Sedekah Barang berupa satu unit kasur bangsal kepada Bapak Sudrajat, seorang kepala keluarga yang mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dan memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Sebelum bantuan disalurkan, tim relawan terlebih dahulu melakukan survei langsung untuk memastikan kondisi penerima manfaat. Hal ini merupakan bagian dari ikhtiar agar setiap amanah yang dititipkan oleh para donatur dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Kegiatan diawali dengan tiga relawan menuju Gudang Sedekah Barang untuk memastikan kondisi kasur bangsal yang akan disalurkan. Setelah dipastikan dalam keadaan layak pakai, kasur bangsal kemudian dibawa menuju kediaman Bapak Sudrajat yang berada di Jalan Pusdiklat PJKA, samping Masjid Al Ihwan, Penitipan Motor Abidah. Sesampainya di lokasi, kami kembali melihat secara langsung kondisi Bapak Sudrajat yang kini lebih banyak menjalani perawatan di rumah. Sejak mengalami kelumpuhan akibat terjatuh, aktivitas beliau sangat bergantung pada bantuan keluarga. Dalam kesehariannya, Bapak Sudrajat dirawat oleh sang istri dan anak bungsunya. Beliau memiliki lima orang anak, namun seluruhnya telah berkeluarga sehingga tidak lagi tinggal serumah. Sang istri yang berprofesi sebagai guru agama menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat suaminya dengan penuh kesabaran. Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga juga harus memenuhi berbagai kebutuhan pengobatan, mulai dari pembelian popok dewasa hingga biaya menyewa tenaga bantuan setiap kali Bapak Sudrajat harus menjalani pemeriksaan atau berobat ke rumah sakit. Saat sang istri mengajar dan anak bungsunya bersekolah, Bapak Sudrajat sering kali harus berada di rumah seorang diri. Setelah proses penyerahan selesai, kasur bangsal langsung dipasang agar dapat segera digunakan. Raut bahagia dan rasa syukur tampak dari wajah keluarga yang selama ini sangat membutuhkan fasilitas tersebut. Sang istri menyampaikan bahwa bantuan kasur bangsal ini akan sangat membantu proses perawatan suaminya. “Bangsal ini sangat bermanfaat supaya posisi tidurnya tidak selalu lurus. Jadi kalau minum obat atau makan tidak mudah tersedak, karena bapak kalau batuk juga terasa susah. Selama ini kami juga terkendala ekonomi karena masih menyekolahkan anak dan saya bekerja sendiri. Untuk biaya berobat yang harus ke sana kemari masih belum terjangkau dan masih menjadi pikiran kami.” Mendengar penuturan tersebut, kami semakin memahami bahwa sebuah kasur bangsal bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi menjadi kebutuhan penting yang dapat memberikan kenyamanan sekaligus memudahkan proses perawatan pasien di rumah. Di akhir kunjungan, beliau juga menyampaikan rasa syukur dan doa kepada seluruh donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. “Alhamdulillah, kami sangat merespon baik. Mudah-mudahan Ulur Tangan terus berkembang dan terus memberikan pelayanan yang terbaik serta manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. Terima kasih banyak kepada para donatur yang telah memberikan kasur ini karena benar-benar sangat dibutuhkan oleh bapak. Semoga Allah melipatgandakan pahalanya, memberikan rezeki yang lebih luas, kesehatan, dan keberkahan kepada seluruh donatur.” Bagi kami para relawan, doa yang tulus tersebut menjadi pengingat bahwa setiap bantuan yang disalurkan bukan hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian kehidupan. Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2) Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ayat dan hadits tersebut menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kepedulian kepada sesama merupakan amal yang dicintai Allah SWT dan menjadi jalan datangnya pertolongan-Nya. Alhamdulillah, bantuan satu unit kasur bangsal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi Bapak Sudrajat selama menjalani proses pemulihan di rumah. Selain membantu posisi tubuh agar lebih nyaman saat makan, minum obat, maupun beristirahat, bantuan ini juga meringankan beban sang istri dalam merawat beliau setiap hari. Meski demikian, keluarga masih membutuhkan dukungan untuk biaya pengobatan, kebutuhan popok dewasa, serta biaya transportasi dan pendampingan ketika menjalani kontrol kesehatan. Kami berharap semakin banyak sahabat kebaikan yang tergerak untuk membantu keluarga-keluarga dhuafa yang sedang menghadapi ujian serupa. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur, relawan, dan sahabat kebaikan yang telah mempercayakan amanahnya melalui Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi ujian kehidupan. Semoga setiap sedekah yang telah disalurkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, membawa keberkahan rezeki, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan. Mari terus bersama menghadirkan manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. InsyaAllah, setiap uluran tangan yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi pemberat timbangan amal di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita dan memudahkan langkah untuk terus berbagi. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Survey Sedekah Barang untuk Anak-Anak di Kampung Pemulung di Bogor, Menyiapkan Harapan Melalui Ruang Belajar yang Lebih Layak

Survey Sedekah Barang untuk Anak-Anak di Kampung Pemulung di Bogor, Menyiapkan Harapan Melalui Ruang Belajar yang Lebih Layak 10 Juni 2026 Bogor BOGOR, (Ulurtangan.com) – Tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dengan fasilitas belajar dan bermain yang memadai. Di beberapa sudut kehidupan, masih ada anak-anak yang harus tumbuh di tengah keterbatasan, bahkan sebagian diantaranya berasal dari keluarga pemulung yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, pada 10 Juni 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan melakukan kegiatan survei lapangan ke Komunitas Merangkul yang berada di kawasan Kampung Mongol, Bogor. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum menyalurkan bantuan melalui program Sedekah Barang. Survei ini bertujuan untuk melihat secara langsung kebutuhan anak-anak yang mengikuti kelas pemberdayaan yang dibangun oleh Komunitas Merangkul, sekaligus memastikan bantuan yang nantinya diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam kegiatan survei ini, kami tim relawan mengunjungi lokasi belajar yang saat ini digunakan oleh Komunitas Merangkul untuk mendampingi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak yang berasal dari lingkungan pemulung. Setibanya di lokasi, kami melihat semangat belajar yang begitu besar dari anak-anak meskipun fasilitas yang tersedia masih sangat sederhana. Berdasarkan informasi yang disampaikan pengelola komunitas, saat ini terdapat sekitar 157 anak yang mengikuti kegiatan belajar dan pemberdayaan di lokasi tersebut. Mayoritas masyarakat di sekitar wilayah tersebut bekerja sebagai pemulung. Banyak anak yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang terbatas, bahkan sebagian di antaranya belum memiliki dokumen kependudukan seperti akta kelahiran sehingga belum dapat mengakses pendidikan formal secara optimal. Pengelola Komunitas Merangkul menjelaskan bahwa sebelumnya kegiatan belajar sering terkendala karena cuaca. Ketika hujan turun, aktivitas belajar mengajar kerap terhenti karena belum adanya tempat yang memadai. Alhamdulillah, berkat dukungan para donatur, mereka kini telah memiliki kontrakan sederhana yang digunakan sebagai pusat kegiatan belajar dan pemberdayaan anak-anak. Namun masih banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman. Di antaranya rak buku, buku bacaan, perlengkapan belajar, serta mainan edukatif yang layak pakai. Salah satu perwakilan komunitas menyampaikan harapannya: “Kalau ada barang bekas atau buku, mainan, karena di sini banyak anak-anak dan di sini belum ada tempat bermain yang layak serta fasilitas yang memadai. Yang pasti kalau ada barang bekas, buku, mainan, atau peralatan sekolah, kami sangat menerima.” Mendengar harapan tersebut, kami semakin memahami bahwa bantuan barang yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi anak-anak di sana. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Hadits ini mengingatkan bahwa setiap bentuk kepedulian, termasuk berbagi barang yang masih layak pakai, dapat menjadi jalan menghadirkan manfaat bagi sesama. Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2) Melalui program Sedekah Barang ini, kami berharap semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman bagi anak-anak yang membutuhkan. Alhamdulillah, kegiatan survei ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan kebutuhan yang ada di lapangan. Hasil survei akan menjadi dasar bagi Yayasan Indonesia Uluran Tangan untuk menyiapkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak di Komunitas Merangkul. Kami berharap bantuan berupa rak buku, buku bacaan, perlengkapan sekolah, mainan edukatif, dan barang-barang layak pakai lainnya dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi sekitar 157 anak penerima manfaat. Lebih dari itu, kami berharap anak-anak tersebut dapat terus memiliki semangat untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan yang selama ini mendukung berbagai program Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Masih banyak anak-anak yang membutuhkan ruang belajar yang nyaman, buku-buku bacaan yang bermanfaat, serta sarana bermain yang layak untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Mari bersama menghadirkan harapan melalui barang-barang yang masih layak pakai. Bisa jadi buku yang sudah selesai dibaca, rak yang tidak terpakai, atau mainan yang tersimpan di rumah menjadi sumber kebahagiaan dan semangat belajar bagi anak-anak yang membutuhkan. Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menghadirkan keberkahan bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40 Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ulurtangan.com (@ulurtangancom)

Sedekah Barang dari Donatur untuk Kenyamanan Kantor Ulur Tangan dan Tamu Yayasan

Sedekah Barang dari Donatur untuk Kenyamanan Kantor Ulur Tangan dan Tamu Yayasan 03 Juni 2026 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.Ulurtangan.com) – Kebaikan terkadang hadir dalam bentuk yang sederhana. Bukan hanya berupa makanan atau bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga melalui fasilitas yang dapat terus digunakan dan memberikan manfaat bagi banyak orang dalam jangka panjang. Alhamdulillah, pada 3 Juni 2026, Yayasan Indonesia Uluran Tangan menerima amanah berupa wakaf sofa dan meja dari para donatur sebagai bagian dari program Sedekah Barang. Bantuan ini insyaAllah akan digunakan untuk mendukung aktivitas kantor yayasan agar menjadi tempat yang lebih nyaman bagi relawan, tamu, maupun siapa saja yang datang untuk bersama-sama menebar manfaat. Sejak bantuan tiba di lokasi, para relawan langsung bersama-sama membantu proses pemindahan barang ke dalam kantor. Dengan semangat gotong royong, sofa-sofa dan meja diangkat secara bersama agar dapat segera ditempatkan di area yang telah disiapkan. Alhamdulillah, sebanyak 4 sofa dan 2 meja berhasil diterima sebagai amanah dari para donatur. Setelah proses pemindahan selesai, relawan kembali saling membantu membersihkan, merapikan, dan menyusun seluruh fasilitas agar dapat digunakan dengan baik. Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Meski sederhana, aktivitas mengangkat, membersihkan, dan menata bersama menjadi momen yang memperlihatkan bagaimana sebuah fasilitas kecil dapat menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan kebaikan. Salah satu momen yang cukup berkesan adalah ketika area kantor yang sebelumnya sederhana perlahan mulai terlihat lebih nyaman setelah seluruh sofa tersusun rapi. Kini relawan dapat bekerja dengan lebih nyaman, tamu yang datang memiliki tempat untuk beristirahat, dan ruang kantor menjadi lebih hangat untuk aktivitas sosial yang berlangsung setiap harinya. Setelah proses penataan selesai, aktivitas kantor kembali berjalan seperti biasa. Relawan mulai melakukan pekerjaan administratif, koordinasi program, hingga menerima tamu dengan suasana yang lebih nyaman. Sebagaimana disampaikan dalam ungkapan rasa syukur: “Alhamdulillah, jazakumullahu khairan kepada para donatur yang telah berbagi, semoga sofa ini dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi banyak orang yang datang ke yayasan, semoga Allah SWT membalas dengan keberkahan dan pahala yang terus mengalir.” Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Hadits ini mengingatkan bahwa setiap bentuk manfaat yang diberikan kepada orang lain, sekecil apapun, dapat menjadi bagian dari amal kebaikan. Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2) Melalui program Sedekah Barang ini, kami belajar bahwa fasilitas yang sederhana sekalipun dapat menjadi sarana lahirnya lebih banyak manfaat. Alhamdulillah, bantuan sofa dan meja ini menghadirkan kenyamanan baru bagi aktivitas yayasan. Kini ruang kantor menjadi lebih nyaman untuk relawan bekerja, menerima tamu, melakukan koordinasi program, hingga menjadi tempat berkumpul untuk merancang berbagai kegiatan sosial berikutnya. Lebih dari sekadar fasilitas, bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap barang yang disedekahkan dapat terus menghadirkan manfaat selama digunakan. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi bagian dari perjalanan amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi saksi lahirnya lebih banyak program kebaikan di masa mendatang. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur, relawan, dan semua pihak yang telah mendukung program Sedekah Barang ini. Semoga setiap sofa yang digunakan untuk duduk berdiskusi, setiap meja yang dipakai untuk merancang program, dan setiap aktivitas kebaikan yang lahir di tempat ini menjadi amal yang terus mengalir. Mari terus hidupkan semangat berbagi, karena terkadang barang yang sederhana dapat menjadi sarana hadirnya banyak manfaat bagi sesama. Semoga Allah menerima setiap amal kebaikan kita dan memudahkan langkah untuk terus menebar manfaat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Tabligh Akbar & Doa Bersama: Distribusi 200 Paket Sembako dan Ratusan Pakaian untuk Warga Terdampak Penggusuran di Desa Sukaresmi

Tabligh Akbar & Doa Bersama: Distribusi 200 Paket Sembako dan Ratusan Pakaian untuk Warga Terdampak Penggusuran di Desa Sukaresmi 16 Mei 2026 Bogor BOGOR, (Sedekahbarang.ulurtangan.com) – Air mata tak selalu lahir dari kelemahan. Kadang, ia jatuh karena hati terlalu lama menahan kehilangan. Pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu, kami dari keluarga besar Ulurtangan.com bersama TKI & SDI Annajah berkesempatan hadir di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Di tempat sederhana itu, kami dipertemukan dengan saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan kehilangan lahan kebun, tempat mereka menggantungkan harapan dan penghasilan sehari-hari. Alhamdulillah, melalui program Tabligh Akbar & Doa Bersama, kami datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga ingin menghadirkan pelukan ukhuwah, doa-doa terbaik, dan penguat hati agar mereka tidak merasa sendiri menghadapi ujian ini. Sejak siang hari, sebanyak 12 relawan mulai berdatangan membawa amanah dari para donatur berupa 200 paket sembako dan ratusan pakaian layak pakai untuk warga terdampak penggusuran lahan. Wajah-wajah lelah yang kami temui perlahan berubah menjadi senyum haru ketika bantuan mulai diturunkan. Acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan sambutan hangat dari para tokoh masyarakat setempat. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, warga duduk bersama mendengarkan tausiyah dan mengikuti doa bersama dengan khusyuk. Ada satu momen yang begitu membekas di hati kami. Beberapa warga tak kuasa menahan tangis saat menceritakan bagaimana kebun yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka kini telah digusur. Sebagian dari mereka kehilangan mata pencaharian dan harus memulai kembali dari nol. Namun di tengah kesedihan itu, kami menyaksikan sesuatu yang indah: semangat saling menguatkan. Anak-anak tetap tersenyum, para ibu saling membantu merapikan pakaian bantuan, dan para bapak berulang kali mengucapkan syukur serta terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli. Salah seorang warga berkata dengan mata berkaca-kaca,“Terima kasih sudah datang dan peduli kepada kami. Bantuan ini sangat berarti untuk keluarga kami.” Kalimat sederhana itu menjadi pengingat bagi kami bahwa sekecil apa pun amal kebaikan, insyaAllah selalu memiliki makna besar bagi mereka yang membutuhkan. Dalam kegiatan ini, kami kembali diingatkan pada sabda Rasulullah ﷺ: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni — hadits hasan) Begitu pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.”(QS. Saba: 39) Ayat dan hadits tersebut terasa begitu dekat dengan suasana hari itu. Bahwa sedekah bukan sekadar memberi materi, tetapi juga menghadirkan harapan, menguatkan hati, dan menjaga ukhuwah di tengah ujian kehidupan. Alhamdulillah, keberkahan program ini terasa dari kebersamaan yang terjalin antara relawan, tokoh masyarakat, para donatur, dan warga penerima manfaat. Program ini telah menjangkau sekitar 400 penerima manfaat yang sebagian besar kini kehilangan sumber penghasilan akibat penggusuran lahan kebun mereka. Meski bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menggantikan seluruh kehilangan mereka, kami berharap kehadiran ini dapat menjadi penguat bahwa masih banyak saudara yang peduli. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus hadir secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar membangun kembali semangat dan harapan masyarakat yang sedang diuji. InsyaAllah, setiap doa yang dipanjatkan, setiap pakaian yang dibagikan, dan setiap paket sembako yang diterima akan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat. Kami mengucapkan jazakumullahu khairan kepada para tokoh masyarakat, relawan, serta seluruh donatur yang telah membersamai langkah kebaikan ini. Semoga Allah membalas setiap kontribusi dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan pahala yang terus mengalir. Mari terus menyalakan kepedulian. Karena di luar sana, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, doa, dan perhatian. Semoga Allah memampukan kita untuk terus berbagi, menjaga ukhuwah, dan menjadi jalan hadirnya harapan bagi sesama. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Sedekah Melahirkan Sedekah, Santri Ponpes Raudhotul Jannah Ikut Bergabung Program Sedekah Barang

Sedekah Melahirkan Sedekah, Santri Ponpes Raudhotul Jannah Ikut Bergabung Program Sedekah Barang 21 Mei 2026 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.ulurtangan.com) – Kebaikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang baru. Terkadang, barang yang sudah tidak digunakan oleh seseorang masih dapat menjadi manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain yang membutuhkan. Alhamdulillah, pada 21 Mei 2026, Tim Relawan Ulur Tangan bersama para santri Pondok Pesantren Raudhatul Jannah melaksanakan program Sedekah Barang di Jalan Mawar 1 No.74, Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi. Program ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk mengajak masyarakat membangun kepedulian melalui barang-barang layak pakai dan bermanfaat agar dapat kembali digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan dimulai dengan proses pengumpulan barang-barang layak pakai dari para santri yang ingin ikut bergabung dalam program Sedekah Barang bersama Ulur Tangan. Satu per satu santri mulai membawa barang-barang yang masih bermanfaat untuk dikumpulkan. Ada yang membawa perlengkapan pribadi, kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai barang lain yang dinilai masih layak digunakan kembali. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika para santri saling membantu mengumpulkan barang, membawa, memilah, hingga menyusun agar lebih rapi dan mudah untuk proses penyaluran berikutnya. Dengan melibatkan tiga relawan, proses pengumpulan dan penataan berjalan dengan lancar. Para santri terlihat antusias karena mereka merasa dapat ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Salah satu momen yang cukup menyentuh adalah ketika beberapa santri mengatakan bahwa mereka merasa bahagia karena barang yang sebelumnya hanya tersimpan kini dapat kembali memberikan manfaat untuk orang lain. Bagi kami para relawan, momen tersebut menjadi pengingat bahwa berbagi tidak selalu tentang memberikan sesuatu yang besar, tetapi tentang bagaimana menghadirkan manfaat dari apa yang kita miliki. Alhamdulillah, berbagai barang bermanfaat berhasil dikumpulkan dan nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Allah Ta’ala berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92) Ayat ini menjadi pengingat bahwa berbagi merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Rasulullah saw juga bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Melalui program Sedekah Barang ini, kami berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat. Alhamdulillah, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan terkumpulnya berbagai barang bermanfaat, tetapi juga menghadirkan semangat gotong royong dan kepedulian di kalangan para santri. Program ini juga menjadi sarana edukasi bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih memiliki nilai manfaat apabila disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Kami berharap barang-barang yang telah terkumpul dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi amal kebaikan yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat. InsyaAllah, program Sedekah Barang ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. Jazakumullahu khairan kepada seluruh santri, relawan, donatur, serta semua pihak yang telah mendukung program Sedekah Barang ini. Semoga setiap barang yang disedekahkan menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan dan menghadirkan manfaat bagi banyak orang. Mari terus hidupkan semangat berbagi, karena terkadang sesuatu yang sudah tidak kita gunakan dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk terus menebar manfaat dan menguatkan ukhuwah melalui amal-amal kebaikan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Gerakan Bagi Ilmu: Tim Relawan Ulur Tangan Salurkan Buku ke Perpustakaan Pesantren Raudhatul Jannah

Gerakan Bagi Ilmu: Tim Relawan Ulur Tangan Salurkan Buku ke Perpustakaan Pesantren Raudhatul Jannah 21 Mei 2026 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.ulurtangan.com) – Ilmu adalah salah satu amal yang manfaatnya dapat terus mengalir, bahkan ketika seseorang telah tiada. Karena itulah, menghadirkan akses terhadap ilmu menjadi bagian penting dari upaya menebar manfaat dan keberkahan bagi sesama. Alhamdulillah, pada 21 Mei 2026, Tim Relawan Ulur Tangan kembali melaksanakan program sosial melalui kegiatan Sedekah Buku dengan menyerahkan sejumlah buku referensi bermanfaat untuk perpustakaan Pesantren Raudhatul Jannah yang berlokasi di Jalan Mawar 1 No.74, Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi. Program ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan literasi dan pembelajaran bagi sekitar 200 santri yang menempuh pendidikan di pesantren tersebut. Kegiatan penyaluran dilakukan oleh tiga relawan yang datang membawa beberapa buku referensi yang nantinya akan digunakan sebagai tambahan koleksi perpustakaan pesantren. Sesampainya di lokasi, momen hangat langsung terasa ketika para santri turut membantu proses penyaluran. Mereka bersama-sama mengangkat buku dari mobil menuju perpustakaan yang berada di lantai atas pesantren. Meski harus bolak-balik menaiki tangga sambil membawa tumpukan buku, para santri terlihat antusias membantu proses pemindahan. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Setelah seluruh buku berhasil dipindahkan, para santri kembali bersama-sama membantu merapikan serta menyusun buku-buku tersebut ke rak perpustakaan agar nantinya lebih mudah digunakan. Salah satu momen yang menyentuh adalah ketika melihat para santri membuka beberapa buku yang baru datang dengan wajah penuh rasa penasaran dan bahagia. Hal sederhana tersebut mengingatkan kami bahwa akses terhadap ilmu adalah hadiah yang begitu berharga. Pihak pesantren juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih banyak untuk Ulur Tangan sudah memberikan buku-bukunya, semoga bermanfaat untuk santri kami dan menjadi amal jariyah juga bagi Ulur Tangan.” ungkap Ibu Amanah “Terima kasih juga donatur, kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. Semoga Allah mudahkan segalanya dan semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi kita semua,” sambung Ibu Amanah. Rasulullah saw bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Hadits ini menjadi pengingat bahwa berbagi ilmu dan mendukung sarana pembelajaran termasuk bagian dari amal yang manfaatnya dapat terus mengalir. Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2) Melalui program sedekah buku ini, kami berharap semakin banyak pihak yang dapat bersama-sama mendukung lahirnya generasi yang mencintai ilmu. Alhamdulillah, bantuan buku yang disalurkan diharapkan dapat menambah koleksi perpustakaan pesantren dan memberikan manfaat bagi sekitar 200 santri yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Lebih dari sekadar menyalurkan buku, kegiatan ini juga menghadirkan semangat gotong royong, kepedulian, dan ukhuwah di antara relawan, pengurus pesantren, serta para santri. Kami berharap buku-buku yang diberikan dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat dan melahirkan ilmu-ilmu yang kelak membawa kebaikan bagi banyak orang. InsyaAllah, program seperti ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan yang membutuhkan dukungan. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur, relawan, pihak pesantren, serta semua pihak yang telah mendukung program Sedekah Buku ini. Semoga setiap halaman yang dibaca, setiap ilmu yang dipelajari, dan setiap manfaat yang lahir dari buku-buku tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Mari terus bersama menebar manfaat melalui ilmu, karena terkadang satu buku sederhana dapat menjadi awal lahirnya banyak kebaikan. Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk terus berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Mempererat Ukhuwah: Relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan Gelar Halal Bihalal

Mempererat Ukhuwah: Relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan Gelar Halal Bihalal 13 April 2026 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.ulurtangan.com) – Yayasan Indonesia Uluran Tangan menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat kebersamaan antar relawan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Jalan. Cipete Raya Gg. Karya Bakti No.101, RT.04/RW.10, Mustikasari, Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat 17157. Acara ini dihadiri oleh para pengurus dan relawan Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Di sela-sela acara, pimpinan yayasan, Ustadz Asep Mas Dinar, Lc., turut memberikan tausiyah. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai kebersamaan, mencerminkan semangat silaturahmi yang menjadi inti dari Halal Bihalal. Selain sebagai ajang saling memaafkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan misi sosial. Yayasan Indonesia Uluran Tangan mengangkat kampanye “Sedekah Barang” sebagai bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk berkontribusi melalui donasi barang layak pakai yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga yang membutuhkan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Asep Mas Dinar, Lc menyampaikan pesan tentang pentingnya ketulusan dalam setiap amal dan aktivitas sosial. Ia menekankan bahwa relawan hendaknya tidak terpengaruh oleh penilaian manusia, melainkan berfokus pada nilai ibadah dalam setiap tindakan. “Dia tidak peduli apa kata manusia. Yang ia pedulikan hanya satu, apakah yang dilakukan ini sesuai dengan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan yang kedua, hati yang tulus hanya mengharap ridho Allah SWT.” Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh relawan bahwa setiap bentuk kontribusi yang dilakukan dengan keikhlasan akan memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi diri sendiri. Keterlibatan relawan, pimpinan Yayasan Indonesia Uluran Tangan yaitu Ustadz Asep Mas Dinar, PC dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam membangun gerakan sosial yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat koordinasi dan memperkuat semangat kolaborasi antar seluruh pihak yang terlibat. Dari sisi penerima manfaat, program sedekah barang yang terus dikampanyekan memberikan dampak nyata. Banyak keluarga yang terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui barang-barang yang masih layak pakai dan memiliki nilai guna tinggi. Yayasan Indonesia Uluran Tangan berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang semakin memperkuat komitmen dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program-program sosial ini, masyarakat diundang untuk turut berpartisipasi melalui donasi maupun keterlibatan sebagai relawan. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan kebaikan dan harapan bagi sesama. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40

Bersinergi dalam Kepedulian Sosial, Khitanan Massal dan Santunan Yatim Dhuafa Sukses Digelar di Bekasi

Bersinergi dalam Kepedulian Sosial, Khitanan Massal dan Santunan Yatim Dhuafa Sukses Digelar di Bekasi 31 Desember 2024 Bekasi BEKASI, (Sedekahbarang.ulurtangan.com) – Sebagai wujud kepedulian sosial, Yayasan Indonesia Uluran Tangan bersinergi dengan Yayasan Sobat Indonesia Peduli serta Yayasan Kopeyah Harapan Indonesia menggelar khitanan massal gratis bagi 80 anak dhuafa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Raya Bekasi Griya Pratama, Tambun Selatan, pada Sabtu (31/12/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari program penutup akhir tahun yang sekaligus menjadi momen penuh kebahagiaan bagi para peserta yang mendapatkan kesempatan menjalankan ibadah khitan secara gratis. Khitanan massal tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pengurus masjid setempat. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di sekitar Tambun Selatan, bahkan sebagian datang dari Cikarang. Dengan dukungan tenaga medis profesional, kegiatan khitanan berjalan aman dan lancar. Meski beberapa anak sempat merasa takut, tim dokter yang bertugas dengan sabar memberikan arahan serta motivasi sehingga proses khitan dapat dilalui dengan baik. Selain tiga yayasan utama, kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah lembaga sosial lainnya, di antaranya Komunitas Rela Baik, Sobat Peduli, CV Amanah Saebur, serta pihak-pihak lain yang turut berkontribusi demi kesuksesan acara. Tak hanya layanan khitan, para peserta juga menerima bingkisan berupa sarung, paket makanan, sertifikat, serta santunan. Salah satu orang tua peserta, Nanda, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan khitanan massal ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan penuh berkah. Semoga para donatur dibalas Allah SWT dengan kebaikan yang berlipat,” ujarnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Abdullah, orang tua peserta lainnya, yang tetap setia mendampingi sang anak meski harus menggunakan kursi roda. “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena benar-benar membantu keluarga yang kurang mampu tetapi tetap ingin mengkhitankan anaknya. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa semakin meriah,” ungkap Abdullah. Dalam kesempatan tersebut, Abdullah yang merupakan seorang pengusaha air mineral juga menyatakan niatnya untuk turut berpartisipasi dengan menyumbangkan air mineral kemasan pada kegiatan khitanan massal di masa mendatang.       —– 🏩 Sedekah Barangku – Ulurtangan.comBarang Tak Terpakai, Jadi Berkah & Bernilai 📡 Saluran Whatsapp 🖥️ Facebook 📷 Instagram 💽 Youtube 📱 Info & Konfirmasi:╰┈➤ 0812.80.700.40