Safia, anak berusia 11 tahun dengan riwayat hidrosefalus sejak lahir, telah menjalani operasi pada 5 Oktober 2026 dengan pendampingan Yayasan Indonesia Uluran Tangan. Sejak kecil, Safia dirawat oleh nenek di tengah keterbatasan ekonomi serta kendala BPJS. Kini, dukungan masih dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan dan pemulihannya.
Dalam perjalanannya, Safia dan keluarga terus berupaya memenuhi kebutuhan pengobatan yang diperlukan. Safia merupakan anak perempuan berusia 11 tahun di Bekasi yang memiliki riwayat hidrosefalus sejak lahir. Sejak berusia sekitar satu tahun, Safia tinggal bersama nenek dan kakeknya yang senantiasa merawat serta mendampinginya di tengah keterbatasan ekonomi. Pada 5 Oktober 2026, Safia telah menjalani operasi. Meski demikian, perhatian dan pendampingan masih dibutuhkan agar Safia dapat melanjutkan proses pemulihannya dengan baik.
Perjalanan pendampingan Safia diawali dengan survei yang dilakukan Yayasan Indonesia Uluran Tangan pada 25 September 2026. Melalui kunjungan tersebut, tim berkesempatan melihat kondisi Safia secara langsung sekaligus memahami kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian. Keluarga menceritakan bahwa Safia pernah menjalani operasi sekitar tahun 2018 atau 2019, disertai pemasangan selang sebagai bagian dari penanganan medisnya. Seiring waktu, selang tersebut memerlukan pemeriksaan dan pemantauan lanjutan secara berkala. Di tengah upaya keluarga untuk terus mendampingi Safia, keterbatasan biaya menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan kontrol medisnya secara rutin.

Sejak berusia sekitar satu tahun, Safia tinggal bersama nenek dan kakeknya yang senantiasa mendampingi serta merawatnya dalam keseharian. Berdasarkan informasi keluarga, ayah Safia sudah tidak lagi mendampingi keluarga, sementara ibunya merantau untuk bekerja dan hingga kini belum kembali. Dalam kondisi tersebut, nenek dan kakek menjadi sosok penting yang terus memberikan perhatian dan menemani perjalanan Safia hingga saat ini.
Di tengah kesehariannya, keluarga Safia berupaya memenuhi berbagai kebutuhan dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Selain kebutuhan sehari-hari, kebutuhan kesehatan Safia juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dan terkadang memerlukan biaya tambahan. Situasi ini membuat keluarga perlu mencari dukungan agar Safia tetap dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis yang dibutuhkan. Melalui kepedulian bersama, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan langkah keluarga dalam memenuhi kebutuhan Safia, sekaligus menemani mereka menjalani proses pengobatan yang masih berlangsung.
Safia memiliki riwayat hidrosefalus sejak lahir. Berdasarkan keterangan keluarga, Safia pernah menjalani operasi sekitar tahun 2018 atau 2019 dan mendapatkan pemasangan selang sebagai bagian dari penanganan medisnya. Seiring waktu, selang tersebut memerlukan pemeriksaan dan penggantian secara berkala. Namun, keterbatasan biaya menjadi salah satu tantangan bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan kontrol dan perawatan lanjutan Safia. Saat asesmen dilakukan, keluarga juga menyampaikan adanya beberapa perubahan pada kondisi Safia, seperti tubuh yang tampak lebih lemas, nafsu makan yang berkurang, serta munculnya benjolan di area dada, di sekitar jalur selang yang terpasang.
Informasi mengenai kondisi Safia tersebut diperoleh dari penuturan keluarga saat proses asesmen berlangsung. Untuk memahami kondisi Safia secara lebih menyeluruh, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai. Oleh karena itu, dukungan pengobatan diarahkan pada kebutuhan Safia yang dapat dikonfirmasi, dengan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan serta arahan tenaga kesehatan agar perawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Selain kebutuhan medis, keluarga Safia juga berupaya memenuhi kebutuhan administrasi yang berkaitan dengan akses layanan kesehatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kepesertaan BPJS Safia masih memiliki tunggakan lebih dari satu tahun. Hal ini menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi keluarga dalam mengupayakan akses layanan kesehatan bagi Safia. Meski demikian, keluarga terus berusaha mencari jalan agar Safia tetap dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Upaya untuk memenuhi kebutuhan pengobatan Safia berlanjut ketika ia perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit. Pada 5 Oktober 2026, tim Yayasan Indonesia Uluran Tangan kembali mendampingi Safia di RSUD Bekasi. Saat itu, proses penyelesaian tunggakan BPJS masih menjadi tantangan bagi keluarga. Sebagai upaya untuk membantu akses layanan kesehatan, keluarga mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Melalui proses tersebut, Safia akhirnya dapat menjalani operasi yang dibutuhkan.
Pendampingan untuk Safia berlanjut hingga proses pengobatan di rumah sakit. Saat kembali mendampingi Safia di RSUD Bekasi pada 5 Oktober 2026, tim Yayasan Indonesia Uluran Tangan turut menyalurkan bantuan tahap kedua sebesar Rp200.000. Sebelumnya, bantuan awal sebesar Rp200.000 telah diberikan saat survei pada 25 September 2026. Dengan demikian, total bantuan langsung yang telah disalurkan dalam dua tahap mencapai Rp400.000. Diharapkan, bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga Safia selama menjalani proses pengobatan.
Bantuan yang diberikan menjadi bagian dari upaya untuk mendampingi Safia dalam menjalani proses pengobatannya. Setelah operasi, tim memperoleh informasi dari pendamping tenaga medis bahwa tanda-tanda vital Safia dilaporkan dalam kondisi baik. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan melalui kontrol lanjutan dan mengikuti arahan tenaga kesehatan. Dengan demikian, perhatian terhadap kondisi Safia diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga ia mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pemulihannya.
Operasi yang telah dijalani Safia menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan pengobatannya. Meski demikian, perhatian dan pendampingan masih diperlukan agar proses pemulihannya dapat berjalan sesuai arahan tenaga kesehatan. Di sisi lain, tunggakan BPJS keluarga masih menjadi hal yang perlu diupayakan penyelesaiannya. Kebutuhan lanjutan, seperti kontrol rutin, obat-obatan, transportasi, administrasi, maupun keperluan medis lainnya, juga dapat menyesuaikan dengan kondisi Safia dan hasil pemeriksaan berikutnya. Oleh karena itu, dukungan dan kepedulian bersama diharapkan dapat terus membantu Safia dan keluarganya menjalani proses ini.
Sebagai bagian dari upaya pendampingan Safia, target bantuan sebesar Rp2.000.000 tetap menjadi acuan awal untuk mendukung kebutuhan yang masih perlu diupayakan. Dana tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan yang telah terverifikasi, termasuk penyelesaian administrasi BPJS serta kebutuhan pengobatan yang belum terpenuhi. Dalam pelaksanaannya, penggunaan dana akan disesuaikan dengan kondisi Safia, kebutuhan yang ada, dan dokumen pendukung yang tersedia. Apabila terdapat perubahan kebutuhan, penyaluran bantuan akan kembali mempertimbangkan hasil verifikasi agar manfaatnya dapat diberikan secara tepat sesuai kebutuhan Safia dan keluarganya.
Dalam situasi seperti Safia, bantuan tidak harus menunggu seseorang mampu memberikan dalam jumlah besar. Dukungan dapat hadir sesuai kemampuan masing-masing. Sebagian orang mungkin membantu melalui donasi. Sebagian lainnya dapat membagikan informasi. Ada pula yang memilih membantu dengan mendoakan dan ikut menyebarkan kepedulian di lingkungan terdekat. Dengan cara itu, sebuah kebutuhan tidak hanya diketahui oleh satu keluarga, tetapi memiliki kesempatan untuk mendapat perhatian lebih luas.
Islam juga mengajarkan agar kebaikan dilakukan secara bersama. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Pesan tersebut relevan dengan perjalanan Safia. Kepedulian bukan berarti mengambil alih seluruh persoalan sebuah keluarga. Sebaliknya, kita dapat mengambil bagian sesuai kemampuan untuk meringankan salah satu kebutuhan yang sedang mereka hadapi. Bantuan juga dapat diberikan secara bertanggung jawab, berdasarkan kebutuhan yang telah diverifikasi dan tanpa menjanjikan hasil medis tertentu.
Saat ini, Yayasan Indonesia Uluran Tangan terus mengupayakan target bantuan awal sebesar Rp2.000.000 untuk mendukung pendampingan Safia. Target ini diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan yang masih perlu diupayakan, tanpa mengesampingkan kemungkinan adanya kebutuhan lain seiring proses pengobatan. Mengingat kebutuhan medis dapat menyesuaikan dengan hasil pemeriksaan, pemanfaatan dana akan diarahkan berdasarkan kebutuhan yang telah terverifikasi serta kondisi Safia pada tahap selanjutnya.
Bagi Sahabat Ulurtangan yang ingin turut membersamai Safia, setiap dukungan dapat diberikan sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing, tanpa ada jumlah tertentu yang harus dipenuhi. Sahabat juga dapat ikut menyebarkan informasi campaign ini kepada keluarga, teman, atau orang-orang terdekat yang mungkin ingin mengambil bagian dalam kebaikan ini. Semoga setiap dukungan yang terhimpun dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga Safia, selangkah demi selangkah.
Pada akhirnya, perjalanan Safia bukan hanya tentang operasi yang telah dijalaninya, tetapi juga tentang kasih sayang dan pendampingan yang terus ia terima dari nenek dan kakeknya sejak kecil. Di tengah keterbatasan, keluarga terus berusaha menemukan jalan terbaik untuk memenuhi kebutuhannya. Di saat yang sama, kepedulian dari orang-orang di sekitarnya menjadi bagian kecil yang berarti dalam perjalanan tersebut. Operasi telah dilalui, dan proses pendampingan masih terus berlanjut. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan dapat menjadi penguat bagi Safia dan keluarganya untuk menjalani hari-hari ke depan dengan harapan yang lebih baik.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.
Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ
“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya...”
Donasi dapat disalurkan dengan mudah melalui metode pembayaran yang tersedia atau melalui rekening resmi Yayasan Indonesia Uluran Tangan.
Demi menjaga amanah dan ketertiban pengelolaan donasi, kami mohon kesediaannya untuk melakukan konfirmasi setiap transaksi donasi.
Konfirmasi ini membantu kami memastikan donasi tersalurkan sesuai niat dan peruntukannya.
Apabila belum ada konfirmasi, donasi bisa saja dikelola untuk program sosial lain yang paling membutuhkan, agar manfaatnya tetap segera dirasakan oleh umat.
Ikuti aktivitas dan perkembangan program Ulur Tangan melalui media sosial kami. Bagikan informasi kebaikan ini agar semakin banyak orang dapat mengetahui, terlibat, dan mengambil bagian.

Jangan biarkan barang layak pakai yang sudah tidak digunakan hanya menumpuk di lemari atau gudang hingga kehilangan manfaatnya. Melalui Sedekah Barangku, setiap donasi dikelola secara amanah, transparan, dan profesional untuk mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan, sehingga dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi mereka yang membutuhkan.