BANTEN, (Ulurtangan.com) – Wilayah Baduy, Banten, sudah tak asing lagi di telinga kita. Sebagai komunitas adat yang masih menjaga tradisi leluhur, Baduy menyimpan sejuta kisah unik. Salah satunya adalah perjalanan hijrah sebagian warganya menuju Islam.
Di wilayah Ciboleger, terdapat perkampungan muallaf yang dihuni oleh masyarakat Baduy yang telah memeluk Islam. Seiring perkembangan zaman dan keyakinan, satu per satu warga adat Baduy memilih masuk Islam secara sukarela, tanpa paksaan.
Alhamdulillah hingga kini sudah ratusan warga Suku Baduy yang hijrah menjadi muallaf. Namun, kondisi mereka masih memprihatinkan karena minimnya pembinaan agama, akses ekonomi, serta sarana ibadah. Beberapa di antara mereka masih ada yang tinggal di hutan-hutan atau rumah berukuran 3×3 meter yang dihuni hingga tiga kepala keluarga.
Sebagai bentuk kepedulian dan dalam rangka dakwah serta syi’ar Islam, Insya Allah Ulurtangan akan menggelar Safari Dakwah dengan menyalurkan wakaf Al-Qur’an, pakaian dan perlengkapan ibadah di Kampung Muallaf Baduy, Banten. Kehadiran Ulurtangan di wilayah ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi saudara-saudara muallaf untuk semakin dekat dengan Islam dan belajar Al-Qur’an dengan lebih baik.
Wakaf Al-Qur’an merupakan salah satu amal jariyah dan akan menjadi sumber pahala yang Insya Allah akan terus mengalir bagi orang-orang yang melaksanakannya. Selama masih ada orang yang membacanya, maka setiap bacaan juga akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang yang mewakafkan Al-Qur’an tersebut.
Kenapa harus Wakaf Al-Qur’an..??
Tapi TIDAK dengan pahala Wakaf Al-Qur’an
Selain wakaf Al-Qur’an, Ulurtangan juga akan menyalurkan pakaian dan perlengkapan ibadah, seperti sarung, mukena, peci, sajadah, dan lainnya. Semua ini bertujuan agar saudara-saudara muallaf Baduy bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, nyaman, dan lebih baik dalam menjalani kehidupan Islami.
Kami mengajak kaum muslimin untuk berwakaf Al-Qur’an dan juga menyumbangkan pakaian serta perlengkapan ibadah yang masih layak digunakan seperti baju, celana, sarung, mukena, sajadah dan lainnya.
Donasi Wakaf Al-Qur’an: Rp 75.000 per mushaf
(sudah termasuk biaya operasional penyaluran).
Cara Donasi Wakaf Al-Qur’an:
Adapun sedekah barang berupa pakaian dan perlengkapan ibadah dapat dikirim menggunakan jasa ekspedisi seperti Gojek, Gobox, POS, JNE, TIKI, Wahana dll atau diantar langsung ke gudang Sedekah Barangku. Kami juga menyediakan layanan penjemputan sedekah barang (khusus wilayah Jabodetabek) yang Insya Allah barang sedekah Anda akan dijemput ke tempat oleh relawan Sedekah Barangku Ulurtangan.
Paket sedekah barang dikirim dengan mencantumkan:
an. Sedekah Barangku Ulurtangan.com
Alamat:
Jl. Cipete Raya, Gg. Karya Bakti, RT.04 RW10, Kel. Mustikasari, Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat 17157 (Samping Premier Recidence 2)
Info & Konfirmasi:
0812.80.700.40 – 0821.4000.4011
Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari kebaikan ini, menyebarkan cahaya Islam, dan membantu saudara-saudara kita agar semakin kuat dalam iman.
Wakaf Al-Qur’an: Hadiah Terbaik untuk Orang Tua
Wakaf Al-Qur’an bukan hanya menjadi amal jariyah bagi kita, tetapi juga bisa menjadi hadiah terbaik untuk orang tua—baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an yang kita wakafkan, insya Allah menjadi pahala yang terus mengalir untuk mereka.
Bayangkan betapa bahagianya jika kita bisa memberikan wakaf Al-Qur’an atas nama ayah, ibu, atau keluarga tercinta, sehingga mereka mendapatkan pahala jariyah yang tiada putus.
Wakaf Al-Qur’an Mengalirkan Pahala
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk ibadah, mengaji dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala:
اِذَا مَاتَ ابْنَ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يَنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدِ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam), yaitu: sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim).
سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ
“Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu agama, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang mati) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mushaf al-Quran, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.” (HR. al-Bazzar dalam Musnadnya 7289, al-Baihaqi dalam Syuabul Iman 3449, dan yang lainnya. Al-Albani.